Cemas Bayi Tak Kunjung Gemuk Meski Rutin Minum ASI? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 14 Januari 2021 | 13:23 WIB
Cemas Bayi Tak Kunjung Gemuk Meski Rutin Minum ASI? Bisa Jadi Ini Sebabnya
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - Bayi idealnya harus diberi ASI selama enam bulan pertama untuk nutrisi dan energi. Susu kuning kental dari ibu sarat dengan nutrisi dan antioksidan yang meningkatkan kekebalan, yang melindungi mereka dari penyakit dan membantu mereka tumbuh.

Dalam beberapa kasus, bahkan ketika bayi diberi makan dengan baik, berat badan mereka bertambah secara perlahan atau tidak konsisten.

Hal ini membuat sebagian besar orang tua khawatir jika anaknya kurang gizi.Lalu apa sebenarnya penyebabnya? Berikut ini jawabannya seperti dilansir dari Times of India.

Pertumbuhan bayi normal

Ilustrasi bayi berjemur (Shutterstock)
Ilustrasi bayi berjemur (Shutterstock)

Sebenarnya, tidak ada pola pasti untuk penambahan berat badan. Semua bayi bertambah berat badan dengan cara yang berbeda, tetapi dalam pola yang konsisten dan itu dapat membantu Anda melacak perkembangannya.

Setelah lahir, bayi kehilangan 10 persen berat badannya pada minggu pertama, yang akan naik kembali setelah satu atau dua minggu.

Selama tiga bulan berikutnya, mereka bertambah sekitar 30 gram setiap hari jika disusui dengan baik. Setiap bayi berbeda dan berat badan seseorang akan bertambah sulit untuk dinilai. Tetapi pertumbuhan yang lambat atau tidak konsisten pasti menunjukkan bahwa mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Alasan pertumbuhan lambat

Bayi baru lahir harus diberi makan dengan baik setiap 2 sampai 3 jam. Seiring waktu perut mereka membesar dan waktu makan akan berkurang.

baca juga

Secara umum, untuk menambah berat badan, total asupan kalori bayi harus lebih besar dari pengeluaran kalorinya. Ada beberapa alasan mengapa berat badan bayi Anda tidak bertambah secara konsisten dan tiga alasan terpenting adalah:

  • Tidak mengonsumsi cukup kalori
  • Tidak menyerap nutrisi
  • Membakar terlalu banyak kalori

Tidak mengonsumsi cukup kalori

Sumber utama kalori untuk bayi adalah ASI dan ketika mereka tidak mendapatkan cukup kalori, perkembangannya melambat. Hal ini dapat terjadi karena alasan seperti pelekatan yang buruk, jarang menyusui, sesi menyusui yang singkat dan suplai ASI yang tidak mencukupi.

Beri makan bayi Anda secara berkala dan perlu diingat bahwa seiring waktu sesi menyusui akan berkurang. Jika Anda tidak menghasilkan ASI yang cukup atau tidak dapat menempel dengan benar, konsultasikan dengan dokter Anda. Mereka dapat membantu Anda mengatasi komplikasi ini.

Tidak menyerap nutrisi

Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Dalam beberapa kasus bahkan ketika bayi diberi makan dengan baik, perkembangannya lambat. Ini bisa terjadi jika mereka tidak mampu menyerap nutrisi dari susu karena beberapa kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Hadapi Titik Terendah dalam Hidup, Bobot Bams Eks Samson Naik 90 Kg

Sempat Hadapi Titik Terendah dalam Hidup, Bobot Bams Eks Samson Naik 90 Kg

Jogja | Selasa, 05 Januari 2021 | 09:17 WIB

Stres Produksi ASI Sedikit? Coba Deh Terapi Hypno Breastfeeding

Stres Produksi ASI Sedikit? Coba Deh Terapi Hypno Breastfeeding

Health | Senin, 04 Januari 2021 | 19:05 WIB

Ibu Menyusui Diminta untuk Tunda Dulu Pakai Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli

Ibu Menyusui Diminta untuk Tunda Dulu Pakai Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×