Studi: Dibanding Batuk, Berbicara Lebih Berisiko Sebarkan Covid-19

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 Januari 2021 | 10:12 WIB
Studi: Dibanding Batuk, Berbicara Lebih Berisiko Sebarkan Covid-19
Ilustrasi bicara. (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Kita telah masuk di masa ketika ada seseorang batuk atau bersin di area publik, akan membuat banyak orang langsung merasa tak nyaman.

Ini semua terjadi akibat stigma Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Batuk dan bersin disebut-sebut dapat menyebarkan partikel-partikel kecil yang berisiko membuat orang lain terinfeksi penyakit.

Tapi menurut sebuah penelitian, berbicara lebih berisiko menularkan Covid-19 lebih cepat dibanding batuk.

Mengutip Live Science, Kamis (21/1/2021) berbicara lebih berisiko menularkan Covid-19 dibanding batuk, khususnya jika sedang berada di dalam ruangan dengan ventilasi atau sirkulasi udara yang buruk.

Penelitian yang diterbitkan pada Selasa, 19 Januari 2021 dalam jurnal Proceedings of the Royal Society ini menemukan virus bisa menyebar sejauh dua meter dalam hitungan detik, jika berbicara di dalam ruangan yang berventilasi buruk.

Para peneliti menggunakan model matematika untuk mencari tahu bagaimana Covid-19 menyebar di dalam ruangan, yang bergantung pada ukuran ruangan, jumlah orang, seberapa baik ventilasi udara, dan apakah orang-orangnya menggunakan masker.

Hasilnya ditemukan ketika dua orang tanpa masker berada di dalam ruangan berventilasi buruk, banyak berbicara lebih berisiko tertular dan menularkan virus dibanding orang yang hanya melakukan batuk pendek.

Ini karena saat berbicara kita menghasilkan tetesan air liur atau droplet kecil yang melayang di udara, menyebar dan menumpuk di ruangan berventilasi buruk.

baca juga

Jika berbicara menghasilkan droplet kecil yang melayang di udara dan menyebar, namun batuk menghasilkan droplet besar yang langsung jatuh ke lantai atau permukaan tanah.

Dalam permodelan penelitian ini, peneliti menemukan batuk pendek menghasilkan droplet yang lebih cepat jatuh satu hingga tujuh menit setelah batuk.

Sebaliknya saat seseorang berbicara selama 30 detik, setelah 30 menit barulah partikel droplet ini bisa jatuh ke lantai. Namun jumlah partikel droplet yang lebih ringan bisa melayang di udara hingga 1 jam.

Namun peneliti tetap menemukan memakai masker kain dua lapis jenis apapun bisa mengurangi jumlah partikel virus corona, karena masker bisa menyaring droplet yang kecil dan memperlambat udara yang mengandung virus terhirup tubuh.

Ini artinya jaga jarak saja tidak cukup untuk mencegah penularan Covid-19, tapi membutuhkan masker, dan sirkulasi udara yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Buruk, Gisel Isolasi Mandiri Berhubungan dengan Pasien COVID-19

Kabar Buruk, Gisel Isolasi Mandiri Berhubungan dengan Pasien COVID-19

Bali | Kamis, 21 Januari 2021 | 10:02 WIB

Kampung Baduy di Lebak Bersih Dari Wabah Covid-19, Apa Rahasianya?

Kampung Baduy di Lebak Bersih Dari Wabah Covid-19, Apa Rahasianya?

Banten | Kamis, 21 Januari 2021 | 09:56 WIB

Lapar hingga Pegal-pegal, Ini Efek Vaksinasi Covid-19

Lapar hingga Pegal-pegal, Ini Efek Vaksinasi Covid-19

Surakarta | Kamis, 21 Januari 2021 | 09:54 WIB

Terkini

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

×