Kemenkes Israel Angkat Bicara tentang Komentar Komisaris Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:18 WIB
Kemenkes Israel Angkat Bicara tentang Komentar Komisaris Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto: Humas/Jay)

Suara.com - Israel, menjadi salah satu negara terbanyak yang melakukan vaksinasi Covid-19 massal, membeli stok besar vaksin Pfizer dengan 'imbalan' bertindak sebagai kelinci percobaan dunia.

Pemerintah Israel sebelumnya mengumumkan rencana vaksinasi 5,2% dari 9 juta keseluruhan penduduknya sampai Maret mendatang. Hingga Selasa pekan ini, lebih dari dua juta orang telah divaksinasi, lapor Global Times.

Para ilmuwan pun mengamati data yang dibagikan oleh Israel untuk mengetahui tanda-tanda seberapa efektif vaksin Pfizer ketika diberikan kepada warganya.

Hasilnya, sebanyak 12.400 orang yang telah divaksin terinfeksi virus corona Covid-19.

Berdasarkan kasus ini, Komisaris Covid-19 Israel Nachman Ash mengatakan dosis pertama vaksin kurang efektif dari dugaannya dan yang disebutkan oleh Pfizer.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Menanggapi Profesor Ash, Kementerian Kesehatan Israel sendiri mengatakan bahwa komentar komisaris keluar dari konteks dan tidak akurat.

"Komisaris mengatakan kita belum melihat penurunan jumlah pasien yang sakit parah. Dampak perlindungan penuh dari vaksin diharapkan segera terlihat," kata juru bicara Kemenkes Israel, dilansir BBC.

Ahli imunologi dari Imperial College London, Inggris, Danny Altmann menjelaskan tubuh perlu waktu dalam mengenali materi genetik virus dan meningkatkan respons imun setelah vaksinasi, untuk tubuh memproduksi antibodi dan sel T yang menghalangi virus memasuki sel serta membunuh sel yang terinfeksi.

"Dan dibutuhkan minimal dua minggu, tapi mungkin lebih, untuk benar-benar berpengaruh," sambungnya.

baca juga

Mengingat waktu yang dibutuhkan tubuh untuk membangun kekebalan dan masih ada orang yang belum divaksin terpapar virus, menginkubasi, dan mengembangkan gejala Covid-19, Altmann mengatakan data tersebut tidak mencerminkan dampak vaksin, yang seharusnya dinilai setidaknya setelah sebulan.

Israel mulai vaksinasi massal pada 19 Desember. Sekarang, sekitar setengah juta dari 9 juta penduduknya telah menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Kepala inovasi Clalit (penyedia layanan kesehatan terbesar di Israel), Ran Balicher, mengatakan beberapa dampak pada penyakit Covid-19 parah di seluruh Israel diperkirakan akan terlihat akhir pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belasan Ribu Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Setelah Vaksinasi Pfizer

Belasan Ribu Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Setelah Vaksinasi Pfizer

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:45 WIB

Tolak Terbang ke Israel, Seorang Pilot Maskapai Emirates Ditangguhkan

Tolak Terbang ke Israel, Seorang Pilot Maskapai Emirates Ditangguhkan

News | Kamis, 14 Januari 2021 | 17:58 WIB

Remaja Israel Dipenjara karena Tolak Masuk Militer Perangi Palestina

Remaja Israel Dipenjara karena Tolak Masuk Militer Perangi Palestina

News | Rabu, 06 Januari 2021 | 15:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×