Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahayanya Lalat Hinggap di Makanan

Vania Rossa

Senin, 25 Januari 2021 | 11:34 WIB
Jangan Dianggap Sepele, Ini Bahayanya Lalat Hinggap di Makanan
Ilustrasi lalat hinggap di makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang yang tak menganggap serius lalat hinggap di makanan. Paling, sekadar mengusirnya, dan mereka tak keberatan untuk menyantap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Padahal, lalat yang hinggap di makanan bisa meninggalkan banyak kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

Setidaknya ada 100 patogen yang dapat dibawa lalat rumah, seperti bakteri, virus, dan telur parasit, demikian dikatakan Thomas J. Daniels, PhD, ilmuwan peneliti dan direktur Lab Ekologi Vektor Universitas Fordham di Louis Calder Center, seperti dikutip dari laman The Healthy.

Lalat dapat menyebarkan penyakit dengan beberapa cara. Bakteri dan virus pada kotoran, makanan yang terkontaminasi, ataupun bintik-bintik kuman lainnya, akan menempel pada tubuh lalat dan bulu-bulu kecil di kakinya, kata Daniels. Saat lalat terbang dan mendarat di tempat lain — seperti makanan Anda — ia meninggalkan beberapa kuman.

“Jadi, ini berpotensi berisiko, meskipun jumlah patogen yang ditularkan kemungkinan kecil,” kata Daniels.

Tapi tak hanya itu, lalat juga sangat mungkin memuntahkan kuman ke atas makanan Anda. Dan patogen di dalam lalat hidup lebih lama daripada yang ada di kakinya, yang berarti ada kemungkinan lebih banyak bakteri dan virus pada muntahan lalat tersebut.

Lalu, kuman apa saja yang bisa menyebar dari lalat? Beberapa di antaranya sangat menakutkan. Para ilmuwan tahu lalat dapat menyebarkan E. coli, Salmonella, hepatitis A, dan rotavirus, demikian dikatakan spesialis penyakit menular bersertifikat, Brent W. Laartz, MD, yang juga penulis buku How to Avoid Contagious Diseases.

Ada juga Shigella — sekelompok bakteri yang dapat menyebabkan diare, demam, dan sakit perut — yang sangat mengkhawatirkan karena tidak membutuhkan banyak bakteri untuk membuat Anda sakit.

Tetapi sebelum Anda mulai membuang semua makanan yang dihinggapi lalat, ketahuilah bahwa tidak setiap lalat akan membawa semua (atau salah satu) kuman tersebut.

“Lalat harus hinggap di daging atau kotoran mentah untuk menyebarkan bakteri (dan virus) ini ke makanan Anda,” kata Dr. Laartz. Semakin bersih dapur Anda, semakin kecil kemungkinan lalat menghinggapi makanan Anda.

baca juga

Selain itu, hanya satu lalat di makanan Anda bukanlah jaminan bahwa Anda akan sakit karena kumannya. Tergantung pada berapa banyak kuman yang dibawa lalat, berapa lama ia hinggap di makanan Anda, dan seberapa kuat sistem kekebalan tubuh Anda.

Anda mungkin tidak akan pernah terinfeksi, kata Daniels. Jadi jika seekor lalat hinggap sekali pada makanan Anda dan rumah Anda bersih, Anda mungkin bisa tetap makan dengan aman, kata Dr. Laartz.

Kekhawatiran yang lebih besar adalah jika Anda berada di area yang dipenuhi serangga, seperti saat piknik. Karena semakin banyak lalat yang hinggap di makanan Anda, semakin banyak kuman yang bisa mereka tinggalkan.

“Tutupi makanan Anda saat Anda menunggu untuk memakannya,” kata Dr. Laartz, yang menyarankan menggunakan penutup makanan atau tisu. Jika Anda melihat lalat berdengung di sekitar makanan yang telah Anda tinggalkan untuk sementara waktu, membuangnya jauh lebih baik daripada mempertaruhkan kesehatan Anda. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Jamur yang Bisa Makan Lalat dan Mengubahnya Jadi Zombie

Ilmuwan Temukan Jamur yang Bisa Makan Lalat dan Mengubahnya Jadi Zombie

Kaltim | Jum'at, 25 Desember 2020 | 12:47 WIB

Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2020 | 17:59 WIB

WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Lalat!

WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Lalat!

News | Selasa, 07 April 2020 | 10:43 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×