Studi Inggris: Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Hilangnya Penglihatan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:16 WIB
Studi Inggris: Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Hilangnya Penglihatan
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia. Degredasi makula adalah penyakit mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang tidak dapat disembuhkan.

Melansir dari Medicalxpress, polusi udara bisa berakibat fatal bagi orang-orang dengan kekebalan yang lemah, sistem pernapasan yang terganggu, dan penyakit penyerta. Tak hanya itu, udara yang Anda hirup juga bisa memengaruhi penglihatan Anda.

Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah penyebab utama kebutaan di antara mereka yang berusia di atas 50-an di negara-negara kaya, dengan sekitar 300 juta orang diperkirakan akan terpengaruh pada tahun 2040. Faktor risiko penyakit ini adalah usia, merokok, dan susunan genetik.

Kini para peneliti menyatakan bahwa ada hubungan antara AMD dan polusi udara. Temuan mereka dipublikasikan di British Journal of Ophthalmology.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 115.000 partisipan yang melaporkan tidak ada masalah mata pada awal masa studi tahun 2006. Mereka juga mengumpulkan data resmi tentang lalu lintas dan tingkat oksida nitrat serta partikel kecil untuk menghitung tingkat polusi udara rata-rata tahunan di alamat rumah para peserta.

Mereka diminta untuk melaporkan diagnosis resmi AMD oleh dokter dan diuji kinerja penglihatan mereka beberapa tahun kemudian. Secara keseluruhan, 1.286 peserta didiagnosis dengan AMD pada akhir masa studi.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi termasuk kondisi kesehatan dan gaya hidup yang mendasari, paparan materi partikulat halus dikaitkan dengan risiko delapan persen lebih tinggi dari individu tertular AMD.

Ilustrasi kebutaan (Pixabay/Anemone)
Ilustrasi kebutaan (Pixabay/Anemone)

"Secara keseluruhan, temuan kami menunjukkan bahwa polusi udara ambien, terutama partikel halus atau partikel terkait pembakaran, dapat memengaruhi risiko hilangnya penglihatan," catat penulis penelitian.

"Temuan kami menambah bukti yang berkembang tentang efek merusak dari polusi udara ambien, bahkan dalam pengaturan eksposur yang relatif rendah," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Masker Bikin Mata Kering? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pakai Masker Bikin Mata Kering? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Banten | Minggu, 17 Januari 2021 | 20:15 WIB

Simak! 4 Tips Membersihkan Kaca Helm

Simak! 4 Tips Membersihkan Kaca Helm

Bekaci | Minggu, 17 Januari 2021 | 07:45 WIB

Kenali Penyebab dan Pengobatan Astigmatisme atau Mata Silinder

Kenali Penyebab dan Pengobatan Astigmatisme atau Mata Silinder

Bogor | Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:07 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB