Percaya Teori Konspirasi, Apoteker Ini Rusak Ratusan Vaksin Covid-19

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2021 | 10:19 WIB
Percaya Teori Konspirasi, Apoteker Ini Rusak Ratusan Vaksin Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Steven Brandenburg (46), seorang apoteker di Amerika Serikat dituding telah mengeluarkan 57 botol vaksin Covid-19 dari cold storage yang berisi 570 dosis vaksin Moderna di Grafton, Wisconsin pada Desember 2020 lalu.

Padahal vaksin Covid-19 bisa menjadi tidak efektif bila tidak disimpan dalam lemari pendingin. Akibat ulahnya ini, Steven terancam dipenjara selama 20 tahun atau tuduhan mencoba merusak produk konsumen.

Selain penjaran 20 tahun, ia juga terancam denda sebesar $ 250.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar karena tuduhan telah merusak vaksin Covid-19 yang ditujukan untuk masyarakat luas.

Dalam sebuah pernyataan di kantor pengacara di Wisconsin, Steven mengakui bahwa dirinya telah bersalah. Karena, ia sengaja membuat ratusan dosis vaksin Covid-19 menjadi tidak efektif.

Steven pun didakwa dengan tuduhan mencoba merusak produk konsumen dengan mengabaikan risiko bahwa tindakannya bisa membahayakan orang lain yang menerima vaksin, seperti kematian atau cedera.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Steven juga mengakui melakukan tindakan itu karena percaya pada berbagai teori konspirasi mengenai vaksin Covid-19. Ia skeptis terhadap vaksin Covid-19 secara umum dan khususnya vaksin Moderna.

Ia diduga telah merusak botol vaksin Covid-19 itu ketika bekerja shift malam selama 2 hari berturut-turut di apotek tempat kerjanya.

Ia menjalankan aksinya dengan mengeluarkan botol-botol vaksin Covid-19 dari lemari es atau kulkas selama beberapa jam, lalu menyimpannya kembali.

Sedangkan, kantor kejaksaan mengatakan bahwa 57 orang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dari botol tersebut, sebelum tindakan Steven terungkap.

"Apotek termasuk orang yang paling dipercaya pada situasi ini. Tapi, dia telah menyalahgunakan aksesnya untuk merusak botol vaksin Covid-19 yang sedang dibutuhkan masyarakat," jelas Agen Khusus Penanggung Jawab FBI Robert Hughes dikutip dari BBC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yasin Pakai Kaos Jogo Santri Jogo Kiai Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Gus Yasin Pakai Kaos Jogo Santri Jogo Kiai Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Kamis, 28 Januari 2021 | 10:15 WIB

Bio Farma Kirim 1,8 Juta Vaksin Sinovac ke Daerah untuk 900 Ribu Nakes

Bio Farma Kirim 1,8 Juta Vaksin Sinovac ke Daerah untuk 900 Ribu Nakes

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 10:05 WIB

Sebelum Suntik Vaksin Covid-19, Lakukan 2 Hal ini Agar Lebih Optimal

Sebelum Suntik Vaksin Covid-19, Lakukan 2 Hal ini Agar Lebih Optimal

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 10:04 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB