Peneliti California: Chef Lebih Berisiko Meninggal Akibat Virus Corona

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 28 Januari 2021 | 14:39 WIB
Peneliti California: Chef Lebih Berisiko Meninggal Akibat Virus Corona
Ilustrasi masak bersama keluarga (adobestock)

Suara.com - Sejak awal, dokter, perawat dan petugas medis lainnya dianggap paling berisiko tertular virus corona Covid-19 dari pasien.

Tapi, sebuah studi baru oleh para peneliti di University of California, San Francisco menunjukkan bahwa pekerja di bidang lainnya juga ada yang lebih berisiko meninggal akibat virus corona Covid-19.

Para peneliti menganalisis kematian berlebih di antara orang-orang California pada Maret hingga Oktober 2020. Mereka membandingkan tingkat kematian menurut pekerjaan dengan tahun sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa para pekerja di bidang pertanian, kuliner, gudang dan bisnis penting lainnya lebih berisiko tinggi meninggal dunia daripada pekerja di bidang lainnya.

Salah satu kategori pekerjaan dengan risiko kematian tertinggi adalah juru masak atau chef, buruh tani, buruh konstruksi dan penulis atau content writer.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Khususnya orang yang bekerja di bidang kuliner seperti chef, tingkat kematian di antara mereka meningkat tajam sejak awal pandemi virus corona Covid-19.

Secara umum, para pekerja di luar bidang medis memiliki peluang kematian 20 persen lebih besar selama pandemi daripada sebelumnya. Bahkan peluangnya lebih besar 40 persen selama 2 bulan pertama pembukaan kembali California.

Yea-Hung Chen, penulis utama makalah tersebut, mengatakan analisis studi ini pertama kalinya menemukan pekerjaan non medis yang menjadi prediktor kematian terkait pandemi.

Namun, tak mungkin menentukan seberapa besar risiko tersebut berasal dari pekerjaan itu sendiri dan banyaknya faktor lain, seperti penyebaran komunitas dan kondisi kehidupan.

baca juga

"Saya tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi dan Anda membantah bahwa itu tempat kerja," jelasnya dikutip dari Huffpost.

Penulis makalah tersebut memperingatkan bahwa data mungkin tidak sempurna karena kesalahan klasifikasi pekerjaan pada sertifikat kematian. Studi ini memang belum sepenuhnya ditinjau sejawat, tetapi Chen ini dan rekannya akan merilis temuan mereka secepat pandemi yang berkembang.

Sedangkan, pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) telah merekomendasikan bahwa pekerja penting juga pelu mendapatkan vaksin pertama kali.

Setelah petugas medis, penguhi dan staf panti jompo juga harus menjalani treatment wajah ini. Chen sengaja memprioritaskan pekerja di bidang pangan dan pertanian untuk membantu membatasi jumlah kematian akibat virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Virus Corona Lebih Menular, Pakar Sarankan Pakai Double Masker

Varian Baru Virus Corona Lebih Menular, Pakar Sarankan Pakai Double Masker

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 14:10 WIB

LaporCovid-19: Ada 34 Kasus Pasien Corona Ditolak RS karena Penuh

LaporCovid-19: Ada 34 Kasus Pasien Corona Ditolak RS karena Penuh

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 13:32 WIB

Miris! Kematian Nakes Akibat Covid-19 di Indonesia Nomor 1 di Asia

Miris! Kematian Nakes Akibat Covid-19 di Indonesia Nomor 1 di Asia

Batam | Kamis, 28 Januari 2021 | 12:07 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×