Studi Awal: Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Dapat Menyalurkan Antibodi ke Bayi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 30 Januari 2021 | 16:07 WIB
Studi Awal: Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Dapat Menyalurkan Antibodi ke Bayi
Ilustrasi ibu hamil (Shutterstock)

Suara.com - Data awal menunjukkan bahwa kekebalan seorang ibu yang terinfeksi Covid-19 selama hamil dapat diturunkan kepada bayinya. Meski begitu, masih banyak pertanyaan lain yang belum terjawab.

Sebuah studi baru yang terbit pada Jumat (29/1/2021) di jurnal JAMA Pediatrics menemukan tali pusar sebagian besar bayi yang lahir dari penyintas Covid-19 menunjukkan adanya antibodi virus corona juga. Artinya, bayi-bayi tersebut mengambil kekebalan pasif ini.

Jumlah antibodi yang diberikan kepada bayi sangat bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada sang ibu, dan kapan ia menderita Covid-19 selama kehamilan.

"Semakin lama waktu antara infeksi dan persalinan, semakin besar penyaluran antibodi," kata penulis studi Karen Puopolo dan Scott Hensley dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania Perelman, dilansir Live Science.

Kolerasi ini juga berlaku pada ibu yang mengalami gejala atau tidak. Antibodi ini dapat memberikan perlindungan kepada bayi yang baru lahir.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi baru lahir (Pexels)

Tetapi, menurut ilmuwan, masih harus dilakukan studi lain untuk menentukan tingkat dan jenis antibodi yang diperlukan untuk melindungi bayi dari SARS-CoV-2 dan berapa lama kekebalannya akan bertahan.

Selain itu, juga harus ada jawaban seberapa baik antibodi yang diberikan ke bayi dalam menetralkan virus corona, yang berarti memblokir kemampuan virus untuk menginfeksi sel.

"Kami berharap memiliki data ini," ujar Flor Muñoz-Rivas, profesor penyakit menular anak di Baylor College of Medicine di Houston.

Ia menambahkan, mempelajari transfer antibodi setelah infeksi Covid-19 dapat mengumpulkan petunjuk tentang apakah vaksin yang diberikan kepada ibu hamil juga akan memberikan perlindungan serupa untuk bayi baru lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli dari Israel Sebut Tes Antibodi Covid-19 Tak Bisa Diandalkan, Mengapa?

Ahli dari Israel Sebut Tes Antibodi Covid-19 Tak Bisa Diandalkan, Mengapa?

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 18:20 WIB

Antibodi Regeneron Efektif Redam Gejala pada Penderita Covid-19

Antibodi Regeneron Efektif Redam Gejala pada Penderita Covid-19

Tekno | Rabu, 27 Januari 2021 | 06:35 WIB

Berapa Lama Antibodi Penyintas Covid-19 Bertahan?

Berapa Lama Antibodi Penyintas Covid-19 Bertahan?

Surakarta | Senin, 18 Januari 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB