Berobat ke Rumah Sakit Mahal, Menkes Utamakan Promotif dan Preventif

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 01 Februari 2021 | 18:52 WIB
Berobat ke Rumah Sakit Mahal, Menkes Utamakan Promotif dan Preventif
Ilustrasi rumah sakit. [Shutterstock]

Suara.com - Tingginya biaya pengobatan di rumah sakit membuat sebagian kelompok masyarakat enggan untuk berobat, termasuk di masa pandemi Covid-19.

Menyadari hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kuncinya adalah mengedepankan upaya promotif dan preventif.

Ia menjelaskan apabila Indonesia secara terus-menerus melakukan program kesehatan dari sisi kuratif atau pengobatan pada pasien, anggaran kesehatan tidak akan bisa memenuhinya sampai kapan pun.

"Kalau semuanya kita lihat dari sisi rumah sakit atau dari sisi kuratif, 'cost'-nya mahal sekali. Di seluruh dunia biaya kesehatan itu di atas pertumbuhan ekonomi, jadi tidak mungkin. Seperti belanja ibu selalu naik lebih tinggi dari gaji suami, itu sangat tidak berkesinambungan," kata dia, dilansir ANTARA.

Salah satu upaya mencapai tujuan tersebut adalah menambah tenaga dan anggaran untuk upaya promotif dan preventif kesehatan guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat sehingga mengurangi jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit.

"Yang harus kita perjelas agar waktu, uang, dan tenaga yang kita miliki lebih banyak di sisi promotif dan preventif," katanya dalam acara kolaborasi puskesmas yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan dalam konteks di luar pandemi, masa depan sistem kesehatan Indonesia berada di puskesmas dengan upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, Menkes BGS menekankan strategi program kesehatan di Indonesia saat ini harus lebih banyak fokus bukan mengobati orang sakit, tetapi menciptakan orang yang sehat sehingga tidak harus masuk rumah sakit.

"Kita strateginya harus lebih banyak ke arah preventif dan promotif, dibandingkan dengan strategi kesehatan kuratif," kata dia.

Baca Juga: PPKM Bakal Dibuat Lebih Mikro, Kunci Daerah Sebaran Klaster Covid-19

Menurut Budi, pandangan mengenai upaya promotif dan preventif yang harus lebih ditingkatkan tersebut mudah dipahami, bahkan oleh orang awam sekali pun.

Sebagai manusia, kata dia, setiap orang secara alamiah pasti menginginkan hidup sehat dibandingkan dengan harus dirawat di rumah sakit.

Selain itu, secara sisi ekonomi pun akan menjadi jauh lebih baik apabila setiap orang bisa sehat dan bekerja dibandingkan dengan harus berada di rumah sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari.

Strategi promotif dan preventif kesehatan masyarakat ini, menurut dia, harus dilakukan oleh puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.

"Kita sangat membutuhkan puskesmas untuk bisa melakukan tindakan promotif dan preventif, dan mengurangi kegiatan yang sifatnya kuratif. Puskesmas harus memimpin gerakan rakyat yang sehat, bukan mengobati rakyat yang sakit karena itu adalah tugasnya di rumah sakit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI