Gangguan Irama Jantung Intai Anak Muda, Teknologi Ablasi Dinilai Makin Dibutuhkan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 02 Desember 2025 | 13:38 WIB
Gangguan Irama Jantung Intai Anak Muda, Teknologi Ablasi Dinilai Makin Dibutuhkan
Ilustrasi dokter (Unsplash)
  • AF menjadi penyebab hingga 40% stroke sumbatan, termasuk pada usia muda, sementara banyak kasus terlambat terdeteksi.
  • Lebih dari 100 prosedur ablasi telah dilakukan hingga November 2025, termasuk Cardioneuroablation dengan teknologi RFA, CBA, dan PFA.
  • Layanan stroke meraih Diamond Status berkat penanganan cepat di bawah 60 menit, dengan waktu trombolisis terbaik 13 menit.
  •  

Suara.com - Gangguan irama jantung dan stroke masih menjadi dua masalah kesehatan serius di Indonesia. Atrial Fibrilasi (AF), salah satu jenis aritmia yang umum terjadi, bahkan dapat menyebabkan hingga 40% kasus stroke sumbatan.

Pada kelompok usia muda, AF menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Deteksi yang terlambat dan akses intervensi yang terbatas membuat banyak pasien kehilangan kesempatan mencegah komplikasi yang sebenarnya bisa dihindari.

Di sisi lain, kasus stroke membutuhkan penanganan yang sangat cepat, dengan golden period tidak lebih dari 4,5 jam, namun banyak pasien terlambat mendapat terapi yang tepat karena keterbatasan fasilitas dan kecepatan respons.

Ilustrasi dokter melakukan operasi (Dok. Bethsaida Hospital)
Ilustrasi dokter melakukan operasi (Dok. Bethsaida Hospital)

Di tengah tantangan tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang menegaskan posisinya sebagai pusat layanan kardiologi dan neuroscience yang mampu menjawab kebutuhan krusial pasien.

Hingga November 2025, rumah sakit ini telah menangani lebih dari 100 prosedur ablasi untuk berbagai jenis aritmia, termasuk Cardioneuroablation (CNA). Prosedur ini ditujukan untuk menenangkan saraf otonom yang terlalu aktif dan mengganggu irama jantung.

Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang serta ahli aritmia di Indonesia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA menyampaikan, “Di RS kami, prosedur ablasi dengan teknologi terkini seperti RFA (Radio Frequency Ablation), CBA (Cryo Ballon Ablation) dan PFA (Pulse Field Ablation) telah menjadi pilihan dalam tata laksana aritmia," kata dia.

Di RS tersebut, mereka juga telah melakukan prosedur kardioneuro ablasi pada pasien mengalami Syncope/pingsan karena aktivitas saraf vagus yang berlebihan dan berhasil membantu pasien beraktivitas dengan normal.

Ablasi dilakukan dengan memasukkan kateter kecil untuk memetakan area jantung yang terlalu aktif sebelum diberikan energi khusus untuk menenangkannya. Prosedur ini bersifat minimal invasif, menggunakan bius lokal, dan memungkinkan pasien pulang dalam waktu singkat.

Di bidang neuroscience, tantangan serupa dijawab melalui penanganan stroke berstandar internasional. Siloam Hospitals TB Simatupang kembali meraih Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization untuk kuartal ketiga 2025, penghargaan tertinggi dalam layanan stroke, dan menjadi perolehan ke-11 sejak 2022.

, Spesialis Neurologi dari Siloam Hospitals TB Simatupang , dr. Peter Gunawan Ng, SpS menegaskan, “Layanan untuk penanganan stroke di Siloam TB Simatupang termasuk yang terbaik di Indonesia. Kami telah mampu menangani stroke kurang dari 60 menit… Capaian terbaik penangan pasien stroke dengan trombolisis… adalah 13 menit.”

Hospitals Director Siloam Hospitals TB Simatupang , dr. Dewi Wiguna, M.Sc menutup, “Keberhasilan ini menunjukkan komitmen tanpa henti… Harapan kami, semakin banyak orang yang menjadi lebih sehat dengan layanan medis yang ada di Siloam Hospitals TB Simatupang.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Luput Dari Perhatian Padahal Berbahaya, Ketahui Cara Deteksi dan Pencegahan Aritmia

Sering Luput Dari Perhatian Padahal Berbahaya, Ketahui Cara Deteksi dan Pencegahan Aritmia

Health | Rabu, 12 November 2025 | 14:10 WIB

Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke

Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke

Health | Kamis, 06 November 2025 | 20:13 WIB

Divonis Stroke, Kak Seto Ngeyel Disuruh Dokter Istirahat 2 Bulan: Nggak Nendang Rasanya!

Divonis Stroke, Kak Seto Ngeyel Disuruh Dokter Istirahat 2 Bulan: Nggak Nendang Rasanya!

Entertainment | Selasa, 04 November 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB