5 Pengobatan Rumah untuk Penderita Psoriasis

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2021 | 10:50 WIB
5 Pengobatan Rumah untuk Penderita Psoriasis
Ilustrasi: 5 Pengobatan Rumah untuk Penderita Psoriasis

Suara.com - Psoriasis merupakan salah satu masalah kulit berkepanjangan. Dikutip dari Alodokter.com, psoriasis merupakan penyakit radang kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan juga mudah mengelupas.

Selain di bagian kulit, psoriasis juga bisa terjadi di bagian kepala laiknya seperti ketombe. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi di usia 15-35 tahun.

Psoriasis bagian dari masalah autoimun seumur hidup, di mana sistem kekebalan tubuh dapat memicu produksi sel kulit berlebihan.

Beberapa pengobatan termasuk di rumah, dapat membantu meringankan gejala psoriasis. Sebelum menggunakan pengobatan rumahan, ada baiknya berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)
Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)

Pengobatan di rumah cenderung bekerja dengan baik, bila dapat menggunakannya bersamaan dengan perawatan medis.

Menggunakan pengobatan di rumah baik sendiri atau dikombinasikan dengan perawatan medis, dapat memperbaiki gejala psoriasis.

Namun, beberapa pengobatan di rumah dapat berinteraksi dengan obat-obatan, jadi bagi yang menginginkan menggunakan salah satunya, harus berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

Penting juga untuk memantau gejala psoriasis, untuk memastikan bahwa pengobatan tidak menyebabkan bagi efek buruk.

Melansir dari Medical News Today, berikut lima pengobatan di rumah untuk penyakit psoriasis:

1. Sinar Matahari

Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)
Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)

Paparan sinar matahari dapat memperbaiki penampilan kulit saat seseorang menderita psoriasis. Anda hanya perlu mengekspos kulit secara bertahap dalam waktu yang singkat.

National Psoriasis Foundation merekomendasikan untuk memulai dengan 5 hingga 10 menit paparan sinar matahari siang sekali sehari.

Sangat penting untuk menutupi kulit yang sehat saat terkena paparan sinar matahari. Jika kulit dapat mentolerirnya, dapat secara perlahan meningkatkan paparan sinar matahari dalam 30 detik setiap hari.

2. Capsaicin

Ilustrasi perempuan mengiris paprika merah. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengiris paprika merah. (Shutterstock)

Capsaicin adalah komponen paprika merah dan dipercaya mampu melawan peradangan psoriasis.

Meskipun contoh penelitian eksperimental berikut relatif tua, ini adalah studi terbaru di bidang ini. Keduanya menunjukkan bahwa capsaicin dapat memperbaiki gejala psoriasis.

Pada tahun 1986, dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology, 44 orang dengan gejala sedang hingga parah mengoleskan krim capsaicin topikal selama 6 minggu.

Hampir setengah dari kelompok mencatat dengan rasa yang terbakar, perih, gatal, dan kemerahan saat pertama kali mengoleskan krim capsaicin. Para peneliti menyarankan bahwa capsaicin mungkin merupakan pengobatan yang berguna untuk penyakit psoriasis.

3. Probiotik

Ilustrasi mengonsumsi yogurt, salah satu makanan yang mengandung probiotik. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi mengonsumsi yogurt, salah satu makanan yang mengandung probiotik. (Sumber: Shutterstock)

Probiotik adalah bakteri menguntungkan yang ada dalam yogurt dan makanan fermentasi. Perawatan ini bisa mengkonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Dengan memiliki keseimbangan bakteri yang tepat dalam tubuh dan dapat membantu sistem kekebalan tubuh. Psoriasis adalah penyakit autoimun, jadi probiotik dapat membantu dalam menangani gejala penyakit tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa jenis probiotik tertentu yang disebut Bifidobacterium infantis 35624, dapat membantu mengatur respons peradangan dalam tubuh yang berkontribusi pada gejala psoriasis.

4. Anggur Oregon

Anggur Oregon/ Mahonia (Elements Envato)
Anggur Oregon/ Mahonia (Elements Envato)

Anggur Oregon atau yang disebut Mahonia aquifolium, adalah obat herbal yang dapat membantu menenangkan respons imun penyakit psoriasis.

Dalam sebuah laporan pada tiga uji klinis yang melibatkan total 104 orang, penulis peneliti menyimpulkan bahwa krim M. aquifolium adalah pengobatan yang "aman dan efektif" untuk psoriasis ringan dan juga sedang.

Pada tahun 2018, penulis meninjau bukti untuk mendukung pengobatan psoriasis dengan M. aquifolium menemukan tujuh penelitian yang menyelidiki penggunaannya. Mereka menyimpulkan bahwa M. aquifolium dapat memperbaiki gejala dan aman, serta efektif dengan sedikit efek samping.

5. Lidah Buaya

Lidah Buaya (Shutterstock)
Lidah Buaya (Shutterstock)

Obat tradisional ini sudah lama menggunakan gel dari dalam tanaman lidah buaya untuk mengobati luka kulit. Menerapkan salep yang mengandung lidah buaya juga dapat membantu mengurangi kemerahan, kulit bersisik, dan peradangan yang disebabkan psoriasis.

Sebuah studi tahun 2018, di mana 2.248 orang dengan psoriasis ringan hingga sedang menggunakan salep yang mengandung 50 persen propolis dan 3 persen lidah buaya atau plasebo, yang menunjukkan bahwa lidah buaya bermanfaat dengan kondisi penyakit ini.

Perawatan yang menggunakan sediaan mengandung lidah buaya, mengalami "perbaikan” pada gejala mereka.

Namun, sebelum ini, American Academy of Dermatology (AAD) mencatat bahwa hanya dua uji coba terkontrol plasebo secara acak yang melihat efek lidah buaya untuk mengobati psoriasis. Satu, menunjukkan bahwa itu membantu, sementara yang lain menunjukkan bahwa itu tidak berpengaruh.

Perawatan ini yaitu mengoleskan lidah buaya langsung ke kulit dan menghindari meminumnya secara internal. National Psoriasis Foundation merekomendasikan memilih krim atau gel yang mengandung setidaknya 0,5 persen lidah buaya.

Banyak toko makanan kesehatan yang menjual krim dan gel lidah buaya, yang juga bisa dibeli secara online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Sebut WFH Bisa Picu Masalah Kulit Wajah

Dokter Sebut WFH Bisa Picu Masalah Kulit Wajah

Surakarta | Senin, 01 Februari 2021 | 08:30 WIB

Penelitian: Ibu Hamil Sembuh Covid-19 Buat Bayi Kebal dari Virus Corona

Penelitian: Ibu Hamil Sembuh Covid-19 Buat Bayi Kebal dari Virus Corona

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:46 WIB

Begini Cara Kerja Vaksin Sinovac dalam Membentuk Kekebalan Tubuh

Begini Cara Kerja Vaksin Sinovac dalam Membentuk Kekebalan Tubuh

Video | Senin, 01 Februari 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB