facebook

Hari Kanker Sedunia, Ketahui Penyebab dan Cara Deteksi Kanker Paru

Vania Rossa
Hari Kanker Sedunia, Ketahui Penyebab dan Cara Deteksi Kanker Paru
Ilustrasi kanker. (Pixabay/PDPics)

Kanker paru adalah salah satu yang paling banyak diderita oleh masyarakat dunia.

Suara.com - Setiap tahun, tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Tahun ini, tema yang diambil masih sama dengan 2 tahun sebelumnya, yakni "I Am And I Will" yang diartikan sebagai komitmen dalam diri untuk melakukan sebuah tindakan.

Dari beberapa penyakit kanker yang ada, kanker paru adalah salah satu yang paling banyak diderita oleh masyarakat dunia. Tapi sayangnya, banyak penderita kanker paru telat mendapat pertolongan karena terlambat atau tidak menyadarai gejala-gejala yang muncul. Karena sudah terlambat, keberhasilan pengobatannya pun jadi rendah karena mengabaikan gejala-gejala yang muncul sejak awal. Itu sebabnya, sangat disarankan untuk mengenali beberapa gejala kanker paru yang sayangnya sering diabaikan berikut ini.

Demi mencegah progresivitas sekaligus menurunkan prevalensi kanker paru, dr. Kasum Supriadi, Sp.P mengajak masyarakat meningkatkan literasi kesehatan soal kanker paru. Salah satunya dengan mengetahui gejala kanker paru, meski tidak semua menunjukkan gejala dini.

Dokter Kasum Supriadi menyebutkan bahwa gaya hidup buruk yang seperti mengonsumsi makanan junk food, merokok, berlebihan mengonsumsi alkohol, serta berat badan berlebih bisa menjadi pencetus kanker. Selain itu, perubahan gen atau mutasi DNA terkait faktor keturunan juga patut diwaspadai.

Baca Juga: Melukis Jadi Cara Gadis Penderita Kanker Ini Mendapat Dana Perawatan Medis

Menurut dokter Kasum, jika ada anggota keluarga Anda terdiagnosis kanker paru, maka sebaiknya anggota keluarga lain menjalani pemeriksaan dini dan berkala untuk mendeteksi gejala kanker sedini mungkin.

"Ada serangkaian proses mendeteksi kanker paru, yakni anamnesa (wawancara pada pasien), pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang yang meliputi pemeriksaan dahak dan biopsi jaringan paru, foto rontgen dada, CT scan paru dengan zat kontras, bronkoskopi atau endoskopi pada paru," ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (4/2/2021), dikutip dari Antara.

Diagnosis kanker paru salah satunya jika ada sel tumor yang bisa terdapat pada pada saluran pernapasan, parenkim paru atau pada pembungkus paru.

"Bila dari serangkaian proses pemeriksaan ditemukan pasien mengidap kanker paru, maka dokter paru akan menentukan tindakan medis yang sesuai,” kata dia.

Apabila diagnosis sudah tegak, dokter Kasum menyarankan agar keluarga memastikan suplai oksigen pasien dengan memantau tanda vital pernapasan, tensi, suhu, nadi, dan saturasi oksigen.

Baca Juga: Bisa Datang Tiba-Tiba, Kenali Gejala Kanker Ovarium si Silent Killer

Apabila terlihat perubahan yang menurun maka segera konsultasikan ke dokter untuk menentukan apakah pasien perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit atau tidak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar