Termasuk Sereal, Makan Biji-bijian Olahan Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 04 Februari 2021 | 16:00 WIB
Termasuk Sereal, Makan Biji-bijian Olahan Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Konsumsi biji-bijian memang dikategorikan sebagai pola makan sehat. Namun menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal The BMJ, konsumsi tinggi biji-bijian olahan yang diproses malah terkait dengan risiko penyakit jantung.

Melansir dari Medical Xpress, biji-bijian olahan yang dimaksud adalah sereal oat, beras, barley dan sereal gandum. Makanan ini menjadi asupan pada sekitar 50 persen dari asupan kalori harian di seluruh dunia dan hingga 70 persen di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Biji-bijian utuh cenderung lebih tinggi serat makanan, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial daripada biji-bijian olahan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan biji-bijian yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih rendah, tetapi tidak pada biji-bijian olahan.

Untuk mengatasi kesenjangan bukti ini, para peneliti mulai menilai hubungan antara asupan biji-bijian olahan, biji-bijian, dan nasi putih dengan penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian.

Temuan mereka didasarkan pada data 137.130 orang berusia 35 hingga 70 tahun di 21 negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi. Para peserta mulanya tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan ikut serta dalam studi Prospective Urban and Rural Epidemiological (PURE).

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang berpotensi berpengaruh, para peneliti menemukan bahwa kategori tertinggi dari asupan biji-bijian olahan (setidaknya 350 g atau sekitar 7 porsi per hari) dikaitkan dengan risiko kematian 27 persen lebih tinggi dan risikonya 33 persen lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular yang serius dibandingkan dengan kategori asupan terendah (kurang dari 50 g per hari).

Asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih tinggi, tetapi tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara asupan biji-bijian atau nasi putih dan hasil kesehatan. Ini adalah studi observasional, jadi tidak dapat menentukan sebab dan akibat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlukah Menghindari Daging Merah untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung?

Perlukah Menghindari Daging Merah untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung?

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 16:26 WIB

Makan Biji Labu Setiap Hari, Ini 7 Efeknya Pada Tubuh!

Makan Biji Labu Setiap Hari, Ini 7 Efeknya Pada Tubuh!

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 17:59 WIB

Cek Kesehatan Jantung di Rumah dengan Menaiki Tangga!

Cek Kesehatan Jantung di Rumah dengan Menaiki Tangga!

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB