Risiko Efek Samping Penyintas Covid-19 Usai Vaksin Lebih Besar, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 12:30 WIB
Risiko Efek Samping Penyintas Covid-19 Usai Vaksin Lebih Besar, Kok Bisa?
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Vaksinasi virus corona Covid-19 telah dilakukan di sejumlah negara. Sejumlah orang yang telah suntik vaksin Covid-19 pun mengalami beberapa efek samping.

Tapi, efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Sama seperti obat lainnya, efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar, seperti rasa sakit dan bengkak di area suntikan, sakit kepala, demam, dan kelelahan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), efek samping itu menunjukkan bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus corona Covid-19.

Karena itu dilansir dari Times of India, beberapa orang mungkin mengalamo efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 dan yang lainnya tidak.

Temuan ahli di medRxiv, menemukan orang yang pernah terpapar virus corona mungkin mengalami efek samping yang lebih intens ketika suntik vaksin.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Kelompok orang ini lebih mungkin mengalami efek samping kelelahan, sakit kepala, menggigil, demam, dan nyeri otot atau sendi.

Para peneliti mengatakan penyintas virus corona lebih berisiko mengalami efek samping setelah suntikan pertama vaksin Covid-19. Jika mereka menerima suntikan kedua, maka efek sampingnya akan lebih intens.

Karena itulah, peneliti beranggapan bahwa penyintas virus corona hanya membutuhkan satu kali suntik vaksin Covid-19. Sebab, respons antibodi yang dibuat oleh penyintas virus corona 20 kali lipat lebih banyak daripada mereka yang belum pernah terinfeksi virus corona.

Selain itu, para peneliti menunjukkan bahwa respon antibodi pada penyintas setelah suntikan pertama melebihi jumlah antibodi pada tubuh orang yang belum pernah terinfeksi.

Lonjakan tingkat antibodi inilah penyebab penyintas virus corona mengalami efek samping yang lebih parah setelah suntikan pertama vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Ungkap Kulit Merah dan Bengkak Usai Vaksinasi Covid-19

Ahli Ungkap Kulit Merah dan Bengkak Usai Vaksinasi Covid-19

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 11:15 WIB

Pasca Disuntik Vaksin Covid-19, Gubernur Sulsel Mengaku Terus Berkeringat

Pasca Disuntik Vaksin Covid-19, Gubernur Sulsel Mengaku Terus Berkeringat

Sulsel | Jum'at, 05 Februari 2021 | 10:45 WIB

Dokter AS: Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Dikira Gejala Kanker Payudara

Dokter AS: Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Dikira Gejala Kanker Payudara

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 10:41 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB