Hits: Perokok Prioritas Vaksinasi Covid-19 Hingga Tidur Pakai Kaus Kaki

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:58 WIB
Hits: Perokok Prioritas Vaksinasi Covid-19 Hingga Tidur Pakai Kaus Kaki
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Setelah tenaga medis mendapatkan vaksin Covid-19, ahli di Amerika mengatakan bahwa perkok menjadi prioritas yang akan mendapatkan vaksinasi selanjutnya.

Sementara itu, saat kedinginan banyak orang tidur dengan menggunakan kaus kaki. Tapi ternyata hal itu sebaiknya tidak dilakukan. Dua berita tadi merupakan kabar terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Ahli Kesehatan AS Ungkap Perokok Masuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Ilustrasi asap rokok. [Shutterstock]
Ilustrasi asap rokok. [Shutterstock]

Ahli kesehatan Amerika Serikat (AS) mengungkapkan alasan bahwa perokok adalah salah satu kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Beberapa tidak setuju dengan panduan tersebut dan telah mengungkapkan rasa frustrasi mereka di media sosial.

“Saya dapat melihat mengapa orang akan merasa seolah-olah itu tidak adil, tetapi perokok secara umum berisiko lebih tinggi untuk menjadi lebih sakit ketika mereka mengembangkan Covid-19,” kata Dr. Samuel Kim, seorang ahli bedah toraks di Northwestern Medicine di Chicago, dikutip dari USA Today.

Baca selengkapnya

2. Jangan Tidur Pakai Kaus Kaki Meski Kedinginan, Ini 5 Penyebabnya!

Tidur pakai kaos kaki. (Shutterstock)
Tidur pakai kaos kaki. (Shutterstock)

Pada musim hujan dan dingin sekarang ini, banyak orang senang menggunakan kaus kaki ketika di rumah atau beranjak tidur. Tak hanya orang tua, anak muda pun banyak yang melakukannya.

Faktanya, tidur memakai kaus kaki bukanlah ide yang baik untuk menjaga tubuh tetap hangat. Kebiasaan ini justru menimbulkan sejumlah efek samping yang seharusnya dipahami.

Baca selengkapnya

3. CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Resmi Terapkan Lockdown Akhir Pekan?

Cek fakta Jokowi resmi menerapkan lockdown akhir pekan (Istimewa).
Cek fakta Jokowi resmi menerapkan lockdown akhir pekan (Istimewa).

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang mengklaim Presiden Jokowi baru saja mengumumkan lockdown akhir pekan resmi diterapkan.

Dalam klaim itu, disebutkan bahwa lockdown diberlakukan mulai Jumat (12/2/2021) pukul 20.00 sampai Senin (15/1/2021) pukul 05.00.

Baca selengkapnya

4. Haru, Detik-detik Ibu Ikut Botaki Rambut Sendiri Demi Anak yang Idap Kanker

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Pemerintah untuk Anggaran Vaksinasi

Strategi Pemerintah untuk Anggaran Vaksinasi

Your Say | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:13 WIB

Vaksin COVID-19 Sinovac Sudah Disebar di Seluruh Kabupaten Bekasi

Vaksin COVID-19 Sinovac Sudah Disebar di Seluruh Kabupaten Bekasi

Bekaci | Jum'at, 05 Februari 2021 | 18:15 WIB

Vaksin Covid-19 yang Satu Ini Kurang Efektif Untuk Varian Baru Virus Corona

Vaksin Covid-19 yang Satu Ini Kurang Efektif Untuk Varian Baru Virus Corona

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB