Studi: Dengan Kecepatan Vaksinasi Saat Ini, Pandemi Berakhir 7 Tahun Lagi

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 08 Februari 2021 | 07:57 WIB
Studi: Dengan Kecepatan Vaksinasi Saat Ini, Pandemi Berakhir 7 Tahun Lagi
Ilustrasi Pandemi. (Pexels)

Suara.com - Kapan pandemi akan berakhir? Ini adalah pertanyaan besar yang sedang dinanti jawabannya oleh masyarakat dunia, sejak Covid-19 mewabah tahun lalu. Dan jawabannya bisa diukur dengan vaksinasi Covid-19.

Mengutip Straits Times, database Bloomberg tentang vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia - dengan lebih dari 119 juta dosis yang diberikan hingga saat ini - menunjukkan bahwa dunia akan membutuhkan tujuh tahun penuh untuk mencapai 75 persen populasi global mendapatkan vaksin dua dosis.

Namun, karena vaksinasi diberikan lebih cepat di negara-negara Barat yang lebih kaya daripada di negara-negara lain di dunia, negara-negara kaya cenderung akan mengalahkan Covid-19 lebih cepat daripada negara-negara yang lebih miskin.

Pakar AS seperti Dr. Anthony Fauci telah menyarankan 70 persen hingga 85 persen cakupan populasi divaksinasi untuk kembali ke kondisi normal.

Dengan produsen vaksin yang meningkatkan produksi, lebih banyak orang akan divaksinasi dalam waktu yang lebih singkat.

Israel, negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia saat ini, menuju cakupan 75 persen hanya dalam dua bulan. Begitu juga dengan Uni Emirat Arab. Dan Amerika Serikat diperkirakan akan sampai pada cakupan tersebut tepat pada saat Tahun Baru 2022.

China, dengan populasi besarnya, diprediksi akan membutuhkan waktu 5,5 tahun untuk mencapai cakupan 75 persen, meskipun negara itu memberikan lebih dari satu juta dosis vaksin Covid-19 sehari.

Negara-negara seperti India, Indonesia, dan Rusia kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mencapai cakupan 75 persen jika mereka melanjutkan vaksinasi dengan kecepatan saat ini.

Tetapi karena produksi vaksin meningkat secara global, dan lebih banyak vaksin disetujui, prospeknya cenderung membaik. Beberapa pusat produksi vaksin terbesar di dunia di India dan Meksiko baru saja dimulai.
Namun, risiko pemulihan ekonomi global berkurang atau bahkan tergelincir oleh kelambatan vaksinasi untuk negara-negara miskin, dibandingkan dengan negara-negara yang lebih kaya.

baca juga

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Kamar Dagang Internasional menyimpulkan bahwa alokasi suntikan yang tidak setara dapat merampas ekonomi dunia sebanyak US $ 9,2 triliun.

Vaksinasi melindungi orang dari Covid-19 dalam beberapa minggu setelah mereka disuntik. Tetapi jika hanya sedikit orang dalam komunitas yang divaksinasi, virus dapat terus menyebar tanpa terkendali.

Dengan semakin banyak masyarakat yang menerima vaksin, sekelompok orang mulai membangun kekebalan kelompok (herd immunity) melawan virus. Namun ironisnya, hanya sepertiga negara yang kini telah memulai kampanye vaksinasi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Jangan Posting Kartu Vaksinasi Covid-19 ke Medsos

Awas! Jangan Posting Kartu Vaksinasi Covid-19 ke Medsos

Tekno | Senin, 08 Februari 2021 | 06:30 WIB

Persentase Kematian Tinggi, Alasan Vaksin Sinovac Boleh untuk Lansia

Persentase Kematian Tinggi, Alasan Vaksin Sinovac Boleh untuk Lansia

Health | Minggu, 07 Februari 2021 | 20:48 WIB

Menkes Budi Klaim Jumlah Nakes Positif Covid-19 Menurun Berkat Vaksinasi

Menkes Budi Klaim Jumlah Nakes Positif Covid-19 Menurun Berkat Vaksinasi

News | Minggu, 07 Februari 2021 | 18:44 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO

Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup

Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×