Akhirnya, Pemerintah Jepang Merestui Penggunaan Vaksin Pfizer

Vania Rossa | Suara.com

Sabtu, 13 Februari 2021 | 05:51 WIB
Akhirnya, Pemerintah Jepang Merestui Penggunaan Vaksin Pfizer
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Jepang akhirnya merestui penggunaan vaksin Covid-19 pertama di negaranya. Vaksin Covid-19 yang dipilih adalah buatan Pfizer Inc, demikian dilaporkan televisi nasional NHK, Jumat (12/2/2021).

Namun, persetujuan resmi vaksin akan diberikan pada Minggu (14/2/2021) oleh Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura, menurut laporan media setempat.

Pemerintah Jepang memang mengumumkan baru akan memulai program vaksinasi paling cepat akhir Februari, ketika negara industri lain sudah jauh lebih dini mengawali. Jepang saat ini tengah bergulat mengendalikan gelombang ketiga penyebaran virus corona sebelum Olimpiade direncanakan berlangsung.

Mengutip Antara seperti dilansir dari Reuters, sekitar 400.000 dosis vaksin Pfizer sudah tiba di Bandara Internasional Narita, dekat Tokyo, dengan penerbangan dari Brussel, pada Jumat pagi waktu setempat.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan vaksinasi akan mulai dilakukan pertengahan pekan depan, dengan sekitar 10.000 petugas kesehatan yang akan menjadi kelompok pertama yang mendapat vaksinasi. Dan pemerintah berharap di pertengahan tahun ini negaranya sudah dapat mengamankan pasokan yang cukup bagi seluruh penduduk.

Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa Uni Eropa akan memblokir ekspor vaksin tersebut. Kekhawatiran itu mendorong kepala pengadaan vaksin Jepang memperingatkan agar negara-negara tidak menerapkan nasionalisme terkait pasokan vaksin.

Sebelumnya, Komisi Eropa mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah menyetujui semua permintaan untuk ekspor vaksin Covid-19, termasuk ke Jepang.

Jepang diketahui telah memesan 144 juta dosis vaksin Pfizer/BiNTech, dan itu merupakan jumlah yang cukup untuk menjalankan vaksinasi pada 72 juta orang.

Jepang sebenarnya sudah membuat kesepakatan pengadaan vaksin-vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc, Moderna Inc, dan Novavax Inc. namun sejauh ini, hanya Pfizer dan AstraZeneca yang telah mengajukan aplikasi untuk disetujui.

Sebagian besar wilayah Jepang saat ini masih berada dalam keadaan darurat setelah gelombang ketiga virus, yang paling banyak menjatuhkan korban jiwa akhir tahun lalu. Dan hingga saat ini, Jepang mencatat sekitar 410.000 kasus virus corona dan 6.772 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Driver Ojol Masuk Prioritas Penerima Vaksinasi Tahap Dua di Kota Malang

Driver Ojol Masuk Prioritas Penerima Vaksinasi Tahap Dua di Kota Malang

Malang | Jum'at, 12 Februari 2021 | 22:42 WIB

Usai Vaksinasi, Apakah Anda Kebal dari Covid-19? Coba Lakukan Tes Ini!

Usai Vaksinasi, Apakah Anda Kebal dari Covid-19? Coba Lakukan Tes Ini!

Health | Jum'at, 12 Februari 2021 | 18:34 WIB

AS Stok 1 Juta Vaksin Covid-19, Didistribusikan Sampai Apotek

AS Stok 1 Juta Vaksin Covid-19, Didistribusikan Sampai Apotek

Health | Jum'at, 12 Februari 2021 | 16:54 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB