Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
Ilustrasi siomay, salah satu makanan yang sering dibuat dengan bahan ikan sapu-sapu. (Dok. Youtube)

Suara.com - Ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai ikan pembersih yang hidup di perairan kotor seperti sungai atau selokan. Di beberapa daerah, ikan ini juga dikonsumsi karena mudah didapat dan harganya relatif murah.

Di sisi lain, beredar berbagai anggapan bahwa ikan ini memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan, meskipun klaim tersebut belum memiliki dukungan ilmiah yang memadai.

Akhir-akhir ini, ikan sapu-sapu banyak dibasmi di sejumlah wilayah karena dinilai berbahaya bagi ekosistem. Ikan ini termasuk spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi perairan, sehingga mengganggu keseimbangan populasi ikan lokal.

Selain itu, kebiasaannya hidup di dasar perairan yang cenderung kotor turut menambah kekhawatiran terhadap kelayakannya untuk dikonsumsi.

Munculnya narasi bahwa ikan sapu-sapu banyak dijadikan bahan makanan seperti somay membuat banyak orang khawatir. Ditambah lagi, ikan sapu sapu ini banyak disebut memiliki tekstur yang kenyal sehingga dianggap cocok sebagai bahan baku somay. 

Kondisi habitat ikan sapu-sapu yang sering berada di perairan tercemar menjadi perhatian dalam aspek kesehatan. Beberapa penelitian dan pengamatan menunjukkan adanya potensi kandungan logam berat, bakteri, serta parasit pada ikan yang hidup di lingkungan tersebut.

Oleh karena itu, konsumsi ikan sapu-sapu dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diketahui.

Berikut ini 7 risiko kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi ikan sapu-sapu, seperti telah Suara.com rangkum dari Halodoc:

Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (Threads/ariefkamarudin)
Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung (Threads/ariefkamarudin)

1. Paparan Logam Berat

baca juga

Ikan sapu-sapu hidup di dasar perairan yang berpotensi terkontaminasi limbah industri dan rumah tangga. Lingkungan tersebut dapat mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Logam berat yang masuk ke dalam tubuh dapat terakumulasi dan berdampak pada sistem saraf, ginjal, serta perkembangan tubuh.

2. Kontaminasi Bakteri

Habitat yang kotor memungkinkan ikan sapu-sapu terpapar berbagai bakteri, seperti E. coli dan Salmonella. Jika proses pengolahan tidak higienis atau tidak dimasak hingga matang, bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk diare dan muntah.

3. Adanya Parasit

Ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi membawa parasit. Parasit dapat bertahan jika proses memasak tidak dilakukan dengan suhu yang cukup. Infeksi parasit dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri perut dan gangguan penyerapan nutrisi.

4. Kandungan Nutrisi yang Belum Jelas

Informasi ilmiah mengenai kandungan gizi ikan sapu-sapu masih terbatas. Dibandingkan dengan ikan konsumsi umum seperti lele atau nila, data mengenai nilai protein, lemak, dan nutrisi lainnya belum banyak tersedia secara pasti.

Ilustrasi alergi.
Ilustrasi alergi.

5. Reaksi Alergi

Konsumsi ikan tertentu dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Ikan sapu-sapu yang tidak umum dikonsumsi, berpotensi menimbulkan reaksi yang belum banyak terdokumentasi, seperti gatal, ruam, atau gangguan pernapasan.

6. Struktur Tubuh yang Keras

Ikan sapu-sapu memiliki kulit keras dan bagian tubuh yang kasar. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko luka saat proses pembersihan atau konsumsi, terutama jika terdapat bagian tajam atau serpihan keras yang tidak terolah dengan baik.

7. Akumulasi Zat Berbahaya dalam Jangka Panjang

Konsumsi ikan dari perairan tercemar secara berulang dapat meningkatkan kemungkinan akumulasi zat berbahaya dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan kronis.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang hidup di lingkungan perairan yang cenderung kotor dan juga dikategorikan sebagai ikan invasif di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai potensi risiko kesehatan, mulai dari paparan logam berat hingga kontaminasi mikroorganisme.

Meskipun belum bisa dikatakan berbahaya, namun ada baiknya untuk menghindari konsumsi ikan sapu- sapu dan menggantinya dengan konsumsi ikan penuh protein seperti salmon atau patin. 

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Ikan Sapu-Sapu yang Tak Pernah Habis Dibasmi, Ternyata Biang Keroknya Kita Sendiri?

Misteri Ikan Sapu-Sapu yang Tak Pernah Habis Dibasmi, Ternyata Biang Keroknya Kita Sendiri?

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 13:32 WIB

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:06 WIB

Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng

Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:04 WIB

Siomay Sapu-Sapu: Antara Kreativitas Kuliner dan "Jebakan Batman" Kesehatan

Siomay Sapu-Sapu: Antara Kreativitas Kuliner dan "Jebakan Batman" Kesehatan

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 17:05 WIB

Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara

Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 19:15 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×