Varian Baru Virus Corona Picu Kekhawatiran, Adakah Batasan Mutasinya?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 13 Februari 2021 | 16:30 WIB
Varian Baru Virus Corona Picu Kekhawatiran, Adakah Batasan Mutasinya?
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona Covid-19 telah bermutasi di beberapa negara, seperti Inggris dan Afrika Selatan. Mutasi virus corona Covid-19 ini pun menimbulkan kekhawatiran jika membuat vaksin tak lagi efektif.

Tapi, banyak orang mungkin bertanya-tanya virus corona Covid-19 seperti ini akan terus bermutasi atau memiliki batasan mutasi tertentu.

Ternyata, virus corona Covid-19 memiliki batasan untuk bermutasi. Tapi, ahli virologi mengaku tidak tahu persis batasan mutasi virus dan sulit memprediksi semua kemungkinan mutasi.

Jumlah kemungkinan mutasi genetik lebih besar dari semua atom di alam semesta yang terlihat. Vincent Racaniello, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Universitas Columbia di New York City, mengatakan sebagian kecil dari genom virus bisa diganti.

Kode genetik virus corona terdiri dari 4 basis kimia atau molekul berbeda yang digambarkan dengan alfabet 4 huruf, yang memiliki panjang 29.881 huruf.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Basis kimia itu memberikan instruksi untuk membuat 9.860 asam amino yang merupakan bahan penyusun protein virus. Ketika basa kimiawi tersebut berubah, maka asam amino juga akan berubah yang bisa memengaruhi bentuk protein virus corona.

Pada gilirannya dilansir dari Fox News, perubahan bentuk itu bisa memengaruhi cara kerja virus, seperti cara mereka mengikat sel manusia.

Studi sebelumnya tentang virus RNA lain, seperti SARS-CoV-2 memiliki untai tunggal RNA sebagai materi genetikanya, telah menemukan bahwa lebih dari setengah basa dalam virus bisa diubah.

Secara sistematis, Racaniello mengatakan bahwa sebuah virus memiliki 10 ribu pasang basa, ada 4 ^ 5.000 kemungkinan urutan genetik. 

Hal ini tentunya luar biasa, karena ada 4 ^ 135 atom di alam semesta yang nampak. Jika persamaan ini berlaku untuk virus seperti SARS-CoV-2, yang memiliki kode genetik tiga kali lebih lama, ada 4 ^ 14.941 kombinasi berbeda untuk urutan genetiknya,

Kemungkinan itu pun hanya menghitung perubahan huruf dasar, satu bahan kimia menggantikan yang lain. Ada juga mutasi lain, seperti penghapusan atau penyisipan dalam genom yang akan meningkatkan jumlah kemungkinan mutasi.

Tapi, sebagian besar mutasi ini tidak penting karena sebagian juga akan segera tersingkirkan. Selain itu, banyak pula mutasi virus yang netral, hanya menumpuk atau terbawa.

Mutasi yang penting diperhatikan biasanya terjadi pada protein lonjakan virus corona, senjata yang digunakan untuk menempel pada reseptor ACE2 pada permukaan sel manusia.

Mutasi ini terdiri dari 1.273 asam amino, yang dikodekan oleh 3.831 basa kimia. Artinya, lonjakan protein bisa bervariasi dan hampir tidak terbatas. Tapi, banyak dari mutasi ini berlebihan dan merupakan kode untuk asam amino yang sama.

John Moore, seorang profesor mikrobiologi dan imunologis di Cornel University di Ithaca, New York, mengatakan mutasi virus corona Covid-19 ini biasanya akan diidentifikasi sebagai varian baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Bisa Terinfeksi Dua Jenis Covid-19 Sekaligus, Ini Cara Cegahnya

Seorang Bisa Terinfeksi Dua Jenis Covid-19 Sekaligus, Ini Cara Cegahnya

Health | Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:55 WIB

Makin Merajalela, Varian Baru Virus Corona California Menyebar ke 6 Negara!

Makin Merajalela, Varian Baru Virus Corona California Menyebar ke 6 Negara!

Health | Jum'at, 12 Februari 2021 | 13:03 WIB

Satgas Pastikan Mutasi Covid-19 Asal Inggris Belum Ada di Indonesia

Satgas Pastikan Mutasi Covid-19 Asal Inggris Belum Ada di Indonesia

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 10:36 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB