Meghan Markle Hamil Anak Kedua di Usia 39 Tahun, Awas Munculnya Risiko Ini

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 15 Februari 2021 | 14:01 WIB
Meghan Markle Hamil Anak Kedua di Usia 39 Tahun, Awas Munculnya Risiko Ini
Pengumuman kehamilan kedua Meghan Markle (Dok. Instagram/Misan Harriman)

Suara.com - Kabar baik datang dari keluarga kerajaan Inggris. Istri Pangeran Harry, Meghan Markle mengumumkan bahwa ia tengah hamil anak kedua.

Pengumuman kehamilan Meghan Markle diungkapkan oleh akun Instagram seorang fotografer sekaligus sahabat lama Meghan dan Pangeran Harry, Misan Harriman.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Archie akan menjadi seorang kaka," kata juru bicara Meghan dan Harry kepada publikasi Amerika Serikat, People.

"Duke dan Duchess of Sussex sangat bahagia menantikan anak kedua mereka," tambahnya.

Tapi, ada satu hal yang mesti diwaspadai. Saat ini Meghan Markle berusia 39 tahun. Seperti diketahui, banyak yang menyebut bahwa hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko lebih.

Meskipun risiko ini menjadi sedikit lebih mungkin setelah mencapai usia 35 tahun, ini tidak berarti bahwa risiko tersebut akan berdampak signifikan pada semua orang yang berusia pertengahan tiga puluhan ke atas. Dilansir dari Medical News Today, berikut ini risikonya.

Risiko genetik

Meghan Markle (Instagram/Janessaleone)
Meghan Markle (Instagram/Janessaleone)

Risiko genetik tertentu lebih sering muncul dalam kehamilan seiring bertambahnya usia perempuan. Misalnya, angka kelahiran bayi dengan sindrom Down meningkat seiring dengan usia ibu.

Sementara tingkat embrio yang mengalami sindrom Down pada tanda kehamilan 10 minggu adalah 1 dari 1.064 pada usia 25, angka ini meningkat menjadi 1 dari 686 pada usia 30 dan 1 dari 240 pada usia 35 tahun. Pada usia 40 tahun, tingkat sindrom Down meningkat menjadi 1 dari 53, dan turun menjadi 1 dari 19 embrio pada usia 45.

Sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications berangkat untuk menyelidiki mengapa ibu yang lebih tua memiliki risiko tinggi melahirkan anak dengan kelainan bawaan yang ditandai dengan jumlah kromosom yang abnormal.

Para peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di Yeshiva University di New York mengetahui bahwa proses genetik rekombinasi dapat bertanggung jawab atas peningkatan risiko kondisi seperti sindrom Down.

Rekombinasi adalah proses di mana pasangan kromosom bertukar materi genetik sebelum berpisah. Tim menemukan bahwa pada ibu yang lebih tua, proses rekombinasi mungkin kurang diatur, yang dapat menyebabkan jumlah kromosom abnormal dalam sel kelamin atau pengaturan ulang kromosom yang besar.

Keguguran

Risiko keguguran meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia ibu. Riset yang dipublikasikan di BMJ menunjukkan bahwa risiko keguguran sekitar 8,9 persen untuk perempuan berusia 20 hingga 24 tahun dan meningkat menjadi 74,7 persen untuk individu berusia 45 tahun ke atas.

Kualitas telur perempuan yang menurun dianggap bertanggung jawab atas tingginya angka keguguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits: Meghan Markle Hamil Anak Kedua, Tes Kepribadian Perempuan Cerdas

Hits: Meghan Markle Hamil Anak Kedua, Tes Kepribadian Perempuan Cerdas

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2021 | 08:15 WIB

Foto Pengumuman Kehamilan Kedua Meghan Markle Dilakukan Secara Virtual

Foto Pengumuman Kehamilan Kedua Meghan Markle Dilakukan Secara Virtual

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2021 | 07:31 WIB

Meghan Markle Umumkan Hamil Anak Kedua!

Meghan Markle Umumkan Hamil Anak Kedua!

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2021 | 06:52 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB