AstraZeneca Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Anak

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 15 Februari 2021 | 15:30 WIB
AstraZeneca Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Anak
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Dalam uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca baru-baru ini diketahui bahwa vaksin buatan Oxford tersebut dapat bekerja pada anak-anak.

Sekitar 300 sukarelawan anak mengambil bagian dengan vaksinasi pertama uji coba yang berlangsung hingga akhir Februari 2021 lalu.

Vaksin tersebut merupakan satu dari dua yang digunakan untuk melindungi penyakit serius dan kematian akibat Covid-19 di Inggris, bersama dengan Pfizer-BioNTech.

Sebanyak 240 anak akan menerima vaksin sebagai kontrol meningitis jab saat uji coba berlangsung.

Relawan tinggal di dekat salah satu dari empat lokasi studi Universitas Oxford, Rumah Sakit Universitas St George, London, Rumah Sakit Universitas Southampton dan Rumah Sakit Kerajaan Bristol untuk anak-anak, diminta untuk mendaftar.

Mengutip dari BBC, Andrew Pollard, profesor infeksi dan kekebalan pediatrik dan kepala peneliti uji coba vaksin Oxford mencatat bahwa sebagian besar anak relatif tidak terpengaruh oleh Covid-19 dengan kemungkinan kecil memiliki risiko.

Namun, ia mengatakan penting untuk menetapkan respon keamanan dan kekebalan terhadap vaksin pada anak-anak dan remaja, karena beberapa anak mendapat manfaat dari vaksinasi Covid-19.

Saat ini tidak ada rencana bagi anak-anak untuk divaksinasi dengan Oxford-Astrazeneca di Inggris, karena hanya diizinkan untuk mencegah Covid-19 pada orang yang berusia 18 atau lebih.

Wakil kepala medis Inggris, Prof Jonathan Van-Tam, mengatakan kepada ITV News beberapa uji klinis sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif pada anak-anak, dengan mengatakan ada kemungkinan akan ada beberapa vaksin anak-anak yang berlisensi pada akhir tahun.

Sementara itu, vaksin Pfizer-BioNTech hanya diizinkan bagi mereka yang berusia di atas 16 tahun. Dari daftar prioritas vaksin juga mengecualikan bagi yang berusia di bawah 16 tahun, secara klinis sangat rentan.

Universitas Oxford mengatakan, uji coba ini merupakan pertama vaksin Covid-19 pada kelompok usia enam hingga 17 tahun. Kekinian, uji coba lain telah dimulai tetapi hanya mengukur kemanjuran pada mereka yang berusia 16 dan 17 tahun.

Royal College of Paediatrics and Child Health mengatakan ada bukti Covid-19 dapat menyebabkan kematian dan penyakit parah pada anak-anak, namun gejala tersebut jarang terjadi.

Hal ini dijelaskan dengan adanya beberapa bukti bahwa anak-anak mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk tertular infeksi Covid-19.

Peran anak-anak dalam penularan, begitu mereka tertular infeksi, tidaklah jelas, meski tidak ada bukti bahwa usia anak lebih menular daripada orang berusia dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Positif Corona, Wali Kota Singkawang Divaksin Covid-19

Sempat Positif Corona, Wali Kota Singkawang Divaksin Covid-19

Kalbar | Senin, 15 Februari 2021 | 14:57 WIB

Benarkan Vaksin Covid-19 Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita?

Benarkan Vaksin Covid-19 Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita?

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 14:50 WIB

Vaksin COVID-19 Hancur Diterjang Banjir Indramayu

Vaksin COVID-19 Hancur Diterjang Banjir Indramayu

Bogor | Senin, 15 Februari 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB