Tantangan Penanganan Pasien Kanker Anak di Masa Pandemi

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 15 Februari 2021 | 17:34 WIB
Tantangan Penanganan Pasien Kanker Anak di Masa Pandemi
Ilustrasi pasien kanker anak. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang berpotensi tinggi mengakibatkan komplikasi serius akibat Covid-19. Dan di tengah wabah Covid-19, pasien kanker anak juga perlu sangat waspada, karena lebih mudah terinfeksi virus corona dan dapat mengalami gejala yang parah akibat Covid-19 Lalu, bagaimana penanganan pasien kanker anak pada masa pandemi?

Menurut Kepala Staf Medis Fungsional Anak/Kepala Bidang Medis RS Kanker Dharmais, dr. Haridini Intan S. Mahdi, Sp.A(K), setelah adanya pandemi Covid-19, metode pengobatan kanker yang dilakukan menjadi cukup sulit. Setiap pasien anak yang ingin melakukan pengobatan, harus dilakukan screening terlebih dahulu, begitu juga pihak yang menemani.

Tercatat sejak munculnya virus Covid-19 Maret 2020 lalu, hingga akhir tahun 2020, terdapat enam pasien kanker yang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan dua bulan berlalu sejak berganti tahun, sudah tercatat empat pasien kanker yang dinyatakan positif Covid-19.

“Waktu awal pandemi, ada enam pasien dalam kurun waktu delapan bulan. Sekarang baru dua bulan sudah empat, berarti ada peningkatan kasus positif,“ jelas dr. Haridini pada Talkshow Hari Kanker Anak Sedunia: Penanganan Kanker pada Anak di Era Pandemi, Senin (15/02/2021).

Untuk perawatan anak yang menderita kanker dengan positif Covid-19, mau tidak mau harus menunda proses kemoterapi yang dilakukan. Padahal, seharusnya pengobatan kemoterapi tersebut rutin dilakukan setiap minggunya. Hal ini yang menyebabkan kanker yang dialami menjadi sulit disembuhkan karena dapat berkembang selama masa penyembuhan Covid-19.

Pendapat yang sama juga disampaikan Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Ira Soelistyo, yang menyebut bahwa pandemi membuat banyak perubahan yang cukup mempersulit jalannya proses pengobatan pasien kanker. Biasanya YKAKI membuka secara umum untuk penderita yang ingin mendapat bantuan, tetapi saat ini, untuk datang saja pasien harus mengecek status Covid-19 dahulu di rumah sakit baru boleh bergabung dengan pasien lainnya di YKAKI.

Tidak hanya itu, Ira mengatakan, pasien dan orangtua yang dinyatakan negatif dari Covid-19, di YKAKI tetap harus menjalani isolasi mandiri minimal tiga hari untuk mencegah penularan yang terjadi kepada anak penderita kanker lainnya.

“Kalau baru datang, biasanya disuruh tes terlebih dahulu. Lalu ke rumah sakit. Kalau itu, biasanya isolasi terlebih dahulu, minimal 3 hari baru bergabung dengan yang lain, “ ucapnya.

Walaupun kondisi sulit, Intan berharap, orangtua bisa terus semangat mendampingi anak yang menderita kanker, terutama jika ia terpapar Covid-19 juga. Pandemi bukan menjadi penghalang untuk terus melakukan pengobatan. Hal yang utama adalah tetap mecegahnya dengan mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan. Jika pengobatan tetap dilakukan, peluang kesembuhan kanker kepada anak semakin tinggi juga.

“Orangtua harus tetap semangat, soalnya saat pandemi, buat dapat fasilitas kesehatan juga sulit. Jadi bagaimanapun harus tetap semangat agar peluang sembuhnya tinggi. Kalau anak dibiarkan tidak berobat secara rutin, kanker bisa meningkat dan berpotensi kematian. Untuk itu, tetap patuhi protokol kesehatan,“ ucap Intan. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdampak Pandemi, Begini Cara Sederhana Bantu Pasien Kanker Anak

Terdampak Pandemi, Begini Cara Sederhana Bantu Pasien Kanker Anak

Lifestyle | Kamis, 11 Februari 2021 | 03:15 WIB

Hasil Studi di Inggris Prediksi Risiko Kekambuhan Kanker Anak

Hasil Studi di Inggris Prediksi Risiko Kekambuhan Kanker Anak

Kaltim | Sabtu, 05 Desember 2020 | 17:39 WIB

Hasil Studi: Pasien Kanker Anak Diprediksi Alami Kekambuhan Saat Dewasa

Hasil Studi: Pasien Kanker Anak Diprediksi Alami Kekambuhan Saat Dewasa

Health | Sabtu, 05 Desember 2020 | 12:44 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB