Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 17 Februari 2021 | 11:48 WIB
Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 telah bermunculan di sejumlah negara. Kini, para ilmuwan khawatir bahwa varian virus corona Inggris dan California telah bergabung dan membentuk mutasi baru lagi.

Sebelumnya, para ilmuwan menemukan hal baru dalam sampel virus Amerika Serikat yang telah memicu kekhawatiran bahwa pandemi virus corona Covid-19 bisa memasuki babak baru.

Para ilmuwan menemukan adanya rekombinasi virus corona Covid-19 di Laboratorium Nasional Los Alamos California. Meskipun, mereka belum tahu seberapa besar ancaman yang ditimbulkan dari rekombinasi virus corona tersebut.

Tapi, rekombinasi virus corona Covid-19 ini akan menjadi yang pertama kali terdeteksi selama pandemi. Bette Korber, seorang ahli biologi komputasi di laboratorium tersebut mengatakan, bahwa pertemuan yang diadakan oleh Akademi Sains New York telah melihat bukti yang cukup jelas.

Rekombinasi virus ini membatasi mutasi virus corona dari Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7 dan mutasi virus corona dari California yang dikenal sebagai B.1.429 yang resisten terhadap antibodi.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Temuan semacam ini memungkinkan virus untuk bergabung dengan virus yang lebih menular dan virus yang lebih resisten," jelas Bette Korber dikutip dari The Sun.

Rekombinasi virus corona ini bisa menyatukan mutasi yang berbeda. Bahkan rekombinasi virus ini bisa menyebabkan varian baru virus corona yang lebih berbahaya, meskipun belum jelas seberapa besar bahayanya.

Kemunculan varian baru virus corona Covid-19 baru-aru ini mengartikan bahwa beberapa orang bisa terinfeksi dua jenis virus corona yang berbeda.

Sergei Pond, seorang profesor biologi dari Temple University, Pennsylvania menduga bahwa dunia mungkin akan mencapai titik puncak pandemi lagi yang cukup besar akibat rekombinasi virus corona ini.

Ia menegaskan bahwa tingkat bahaya rekombinasi virus ini memang belum jelas, tapi dua jenis virus corona yang bergabung tetap berpotensi bahaya.

Dr Lucy van Dorp, dari Genetics Instiute di University College London, mengaku belum mendengar tentang rekombinasi virus corona. Tapi, ia juga tidak terlalu terkejut jika ditemukan rekombinasi virus corona tersebut.

Dr Marcus Blagrove, seorang ahli virologi dari Universitas Liverpool, Inggris, yang terlibat dalam studi penggunaan Artificial Intelligence (AI), mengatakan virus corona yang akan datang mungkin hasil dari rekombinasi virus tersebut.

"Jadi dua virus menginfeksi sel yang sama, kemudian bergabung dan membentuk varian baru lagi yang disebut rekombinasi virus," jelasnya.

Sebelumnya, varian baru virus corona Covid-19 Kent menjadi paling dominan di beberapa bagian di Inggris. Bahkan varian baru virus corona Inggris ini dinilai 70 persen lebih menular daripada varian aslinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Nodul di Mata Pasien, Ini Bahayanya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Nodul di Mata Pasien, Ini Bahayanya!

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:10 WIB

Efek Jangka Panjang Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Halusinasi

Efek Jangka Panjang Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Halusinasi

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:54 WIB

Ilmuwan Duga Varian Virus Corona Nigeria Resisten dengan Vaksin Covid-19

Ilmuwan Duga Varian Virus Corona Nigeria Resisten dengan Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 08:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB