Array

Pasien Hipertensi Perlu Ukur Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga

Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:10 WIB
Pasien Hipertensi Perlu Ukur Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Suara.com - Bagi pasien hipertensi rutin berkala untuk memeriksakan tekanan darah menjadi salah satu hal penting. Meski demikia, ada waktu-waktu khusus yang harus diperhatikan saat melakukan pemeriksaan.

Pasien hipertensi disarankan untuk memeriksa tekanan darah sebelum dan sesudah berolahraga. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) dr. Ijan Aprijana, Sp.KO., mengatakan, pemeriksaan itu penting agar olahraga justru tidak memberikan beban kerja berat bagi jantung. 

"Ada risiko jadi jangka panjang itu beban ke jantung meningkat. Kemungkinan risiko dampaknya adalah gagal jantung. Jadi perlunya cek sebelum dan sesudah olahraga," kata dokter Ijan saat siaran langsung bersama Radio Kesehatan Kemenkes, Jumat (19/2/2021).

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)

Tetapi jika tidak memiliki alat pengukur tekanan darah, pasien hipertensi sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah paling tidak sebulan sekali. Juga memperhatikan gejala yang dialami tubuh jika intensitas olahraga yang dilakukan terlalu berat. 

"Kalau di rumah mau latihan fisik, mungkin kita merasakan terasa pusing, sakit kepala, berdebar-debar kalau ada tanda-tanda itu kita istirahatkan dulu, tidak latihan dulu," kata dokter Ijan.

Ia menyarankan agar pasien hipertensi cukup melakukan olahraga dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki.

Tidak direkomendasikan untuk melakukan olahraga yang bersifat pertandingan seperti bulutangkis atau sepakbola. Sedangkan gerakan olahraga yang dinamis, seperti aerobik, juga angkat beban masih diperbolehkan.

"Kita anjurkan untuk latihan kekuatan dengan catatan diawasi cek kesehatan dan tekanan darah. Lama-lama latihan efek strange training bisa mengelola tekanan darah," katanya.

Dikatakan dokter Ijan bahwa berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Indonesia, pasien hipertensi yang rutin melakukan latihan fisik selama 6 bulan akan menurunkan tekanan darah dan bisa lepas dari konsumsi obat-obatan. Meski demikian, frekuensi latihan fisik juga harus disesuaikan.

Baca Juga: Doyan Makanan Kekinian, ini Tips Bagi Anak Muda Untuk Kontrol Gula Darah

Ia tidak menganjurkan pasien hipertensi untuk berolahraga setiao hari. Karena tubuh memerlukan waktu untuk melakukan pemulihan.

"Setelah latihan ini memerlukan recovery. Sebaiknya itu pada recovery, ilmunya 2 x24 jam. Jadi sebaiknya dilakukan tidak tiap hari," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI