alexametrics

Mobilitas Saat Imlek Rendah, Menkes Minta Lebaran di Rumah Saja

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Mobilitas Saat Imlek Rendah, Menkes Minta Lebaran di Rumah Saja
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (instagram @sekretariatkabinet)

"Ada banyak tenaga kesehatan terkena dan fatal lagi dengan cara membatasi pergerakan liburan nanti," pungkas Menkes Budi.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan setiap liburan panjang selesai, maka kasus Covid-19 akan melonjak sebanyak 30 hingga 40 persen.

Namun ia bersyukur pasca libur tiga hari Hari Raya Imlek pada 12 Februari, lalu disusul libur akhir pekan Sabtu Minggu 13 hingga 14 Februari 2021, mobilitas masyarakat tidak terlalu tinggi.

Meski begitu, Menkes Budi masih belum yakin apakah akan berdampak pada penurunan kasus atau malah sebaliknya menambah kasus Covid-19.

"Kita bersyukur liburan Imlek kemarin, karena aktif kita lihat mobilitasnya tidak naik terlalu tinggi, Tapi kita lihat 2 minggu ke depan dampaknya seperti apa, insyaallah dampaknya tidak (signifikan)," terang Menkes Budi saat konferensi pers perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Sabtu (20/2/2021).

Baca Juga: Viral Wanita Buka Angpao Koleksi 5 Tahun, Isi Uang hingga Kalung Berlian

Namun menurut Menkes Budi, ia mengkhawatirkan libur panjang selanjutnya yakni libur Hari Raya Idul Fitri yang diprediksi akan membuat mobilitas warga tinggi, khususnya tradisi mudik dan silaturahmi antar anggota keluarga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di DPR RI. (Suara.com/Novian)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di DPR RI. (Suara.com/Novian)

"Liburan besar panjang berikutnya lebaran, agar bisa terbiasa di rumah saja," terang Menkes Budi.

Ia khawatir peningkatan laju mobilitas warga akan berdampak dan menaikkan kasus positif Covid-19 30 hingga 40 persen, dan menekan tenaga medis yang bekerja di rumah sakit karena kasus yang naik.

"Ada banyak tenaga kesehatan terkena dan fatal lagi dengan cara membatasi pergerakan liburan nanti," pungkas Menkes Budi.

Sementara itu PPKM Mikro kembali diperpanjang selama 14 hari, sejak 23 Februari hingga 8 Maret 2021. Di mana anak sekolah masih belajar jarak jauh dan perkantoran dibatasi 50 persen yang boleh bekerja di dalam ruangan.

Baca Juga: Terungkap! Harga Amplop Angpao Agnez Mo Rp 1,8 Juta, Publik: Gimana Isinya?

Komentar