Mendapat 3 Jenis Vaksin Sekaligus, 2 Bayi Meninggal Beberapa Jam Kemudian

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 22 Februari 2021 | 12:55 WIB
Mendapat 3 Jenis Vaksin Sekaligus, 2 Bayi Meninggal Beberapa Jam Kemudian
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Dua bayi asal Coimbatore, India, meninggal beberapa jam setelah mendapat vaksin polio, pentavalen dan vaksin rotavirus pada awal pekan ini.

Anak-anak, termasuk kedua bayi laki-laki berusia 2,5 bulan, divaksin di tempat yang berbeda.

Salah seorang bayi yang meninggal tersebut divaksin bersama 13 anak lain di pusat penitipan anak di India anganwadi di Masakalipalaya pukul 10.30 pagi waktu setempat pada Rabu (17/2/2021) kemarin.

Sang bayi mendapat vaksin penvalen, polio, dan rotavirus, lapor Times of India.

"Vaksinasi dilakukan oleh perawtaan anganwadi. Tetapi ketika kami kembali ke rumah, anak itu terus menangis dan menolak untuk menyusu, setelah itu saya memberikan empat tetes obat sirup yang diberikan kepada saya dari anganwadi," kata ibu bayi pertama, Vijayalakshmi.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Ia menambahkan dua jam kemudian putranya mengalami masalah pernapasan parah dan langsung dilarikan ke Uppilipalayam PHC.

Kondisi sang bayi kritis dan dirujuk ke Rumah Skait Coimbatore Medical College, tempat sang bayi meninggal.
Selama seminggu sebelumnya, sang bayi diketahui menderita bronkitis.

Laporan otopsi resmi masih ditunggu, meski laporan tidak resmi mengatakan ada pneumonia di paru-paru sang bayi.

Bayi kedua divaksin di Puskesmas Sowripalayam pada hari yang sama pukul 10.56 waktu setempat. Mendapat ketiga vaksin yang sama bersama enam anak lain.

baca juga

Sang bayi masih bisa tidur, namun jam 6 pagi hari berikutnya ia tidak bangun. Sadar bahwa putranya tidak responsif, orang tuanya melarikannya ke rumah sakit dan dokter langsung mendiagnosis bahwa bayinya sudah meninggal.

Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Bayi kedua ini tidak memiliki riwayat medis atau kontra indikasi. Orang tuanya pun menolak untuk dilakukan otopsi.

Sekretaris kesehatan negara J Radhakrishnan mengatakan tidak mungkin vaksin yang menjadi penyebab kematian.

Wakil direktur kesehatan masyarakat, G Ramesh Kumar, pun mengatakan bahwa anak-anak lain yang diberi vaksin di kedua tempat tidak melaporkan adanya masalah.

"Kami menunggu laporan post mortem dan berencana mengirimkan vial vaksin untuk diuji," kata Kumar.

Panitia teknis vaksin menduga penyebab kematian sang bayi pertama adalah penyakit bronkitis yang belum sembuh. Sedangkan bayi kedua tidak diketahui.

Spesialis penyakit menular, V Ramasubramanian, mengatakan ada kemungkinan vaksin menjadi penyebab masalah pernapasan dan kematian.

"Namun, kami tidak bisa mencapai kesimpulan apa pun sebelum penyelidikan lengkap. Kemungkinan besar cairan yang diberikan pada bayi pertama menyebabkan aspirasi, yang bisa terjadi pada bayi berusia sangat kecil," tutur Ramasubramanian.

Ia pun menambahkan kesulitan bernapas bukan kontraindikasi vaksin dan mengaku belum pernah melihat adanya reaksi negatif terhadap vaksin tersebut selama bertahun-tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aduh, Bayi Tewas Tergilas Mesin Cuci, Terkunci dan Kehabisan Oksigen

Aduh, Bayi Tewas Tergilas Mesin Cuci, Terkunci dan Kehabisan Oksigen

Batam | Senin, 22 Februari 2021 | 12:24 WIB

Warga Jember Temukan Kardus di Ladang Tebu, Ternyata Isinya Bayi

Warga Jember Temukan Kardus di Ladang Tebu, Ternyata Isinya Bayi

Malang | Senin, 22 Februari 2021 | 12:00 WIB

Gegerkan Pekanbaru, Bayi Masih Bertali Pusar Ditemukan Terbungkus Kain

Gegerkan Pekanbaru, Bayi Masih Bertali Pusar Ditemukan Terbungkus Kain

Riau | Senin, 22 Februari 2021 | 09:07 WIB

Terkini

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Bahlil Ancam Stop Ekspor Gas ke Negara yang Olok-olok Indonesia

Bahlil Ancam Stop Ekspor Gas ke Negara yang Olok-olok Indonesia

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

OJK Akui Pakai Jasa Influencer Sebar Informasi Soal Strategi Hadapi MSCI

OJK Akui Pakai Jasa Influencer Sebar Informasi Soal Strategi Hadapi MSCI

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Panduan Pakai Bedak Padat Viva dan Cara Pilih Shade-nya untuk Kulit

Panduan Pakai Bedak Padat Viva dan Cara Pilih Shade-nya untuk Kulit

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:43 WIB

×