Usai PPKM Mikro, Kasus Aktif Hingga Kematian Covid-19 DKI Jakarta Turun

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Februari 2021 | 19:25 WIB
Usai PPKM Mikro, Kasus Aktif Hingga Kematian Covid-19 DKI Jakarta Turun
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan keluar dari ruang dekontaminasi untuk melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tahap ketiga telah diterapkan sejak 9 Februari 2021 di tujuh provinsi. Dari data yang dikumpulkan berdasarkan fase pertama hingga ketiga, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi yang menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data yang disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dari kasus aktif, kesembuhan, kematian, serta penggunaan tempat tidur, DKI Jakarta menunjukkan hasil yang paling stabil dibandingkan provinsi lainnya.

Dari laporan kasus aktif, DKI Jakarta menunjukkan grafik menurun yang stabil. Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya juga mengalami penurunan, tetapi di sempat mengalami kenaikan, sehingga tidak stabil.

Perkembangan Covid-19 setelah PPKM Mikro. (Dok: YouTube/BNPB)
Perkembangan Covid-19 setelah PPKM Mikro. (Dok: YouTube/BNPB)

Selain itu, penurunan di beberapa provinsi juga baru terlihat setelah dilaksanakannya PPKM tahap ketiga. Namun, DKI Jakarta terus mengalami penurunan sejak diberlakukan PPKM tahap pertama. Wiku berharap, dengan adanya data penurunan ini, dapat menjadi motivasi untuk seluruh gubernur menangani Covid-19.

“ Seluruh gubernur dari tujuh provinsi harus meningkatkan penanganan terhadap Covid-19. Dampak positif yang ada harus bisa jadi motivasi sehingga kasus aktif bisa menurun, “ ucapnya, Selasa (23/02/2021).

Untuk kasus kesembuhan, semua provinsi mengalami peningkatan. Namun, untuk Bali dan Banten sempat mengalami penurunan, lalu kembali naik setelah PPKM tahap ketiga. Sedangkan untuk provinsi lainnya, perkembangan kesembuhan terus mengalami peningkatan setelah dilaksanakannya PPKM skala mikro.

Perkembangan Covid-19 setelah PPKM Mikro. (Dok: YouTube/BNPB)
Perkembangan Covid-19 setelah PPKM Mikro. (Dok: YouTube/BNPB)

Berbeda dengan kasus aktif dan kesembuhan, untuk kasus kematian, di beberapa provinsi justru mengalami peningkatan, yaitu Banten, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Tercatat hanya DKI Jakarta yang stabil mengalami penurunan sejak PPKM tahap pertama dilaksanakan. Untuk provinsi lainnya cenderung naik dan turun.

Wiku berharap, semua masyarakat juga apat bekerja sama dalam menyukseskan program PPKM yang diberlakukan. Hal ini dapat dimulai dari lingkungan RT dan RW masing-masing. Apalagi, jika terjadi kasus di daerahnya, masyarakat dapat segera melapor sehingga mendapat perawatan dan menekan angka kematian.

baca juga

“Masyarakat harus proaktif terhadap pendeteksian dini kasus Covid-19 di RT dan RW. Jadi PPKM ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kalau ada pasien yang positif segara mendapat perawatan dan tertolong. Hal yang paling utaman tetap menjaga protokol kesehatan, “ ucapnya.

Untuk penggunaan tempat tidur, semua provinsi sempat mengalami peningkatan. Namun, pada tahap ketiga, data yang diperoleh mengalami penurunan. Ada kekhawatiran menurunnya penggunaan tempat tidur karena masyarakat yang enggan melapor. Oleh karena itu, Wiku mengharapkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) terus memantau setiap kasus positif yang ada.

Wiku juga mengapresiasi DKI Jakarta, karena setelah diadakannya PPKM kasus aktif, kematian, kesembuhan, serta pengunaan tempat tidur mengalami efek yang negatif. Hal ini karena dari grafik yang ada DKI Jakarta menunjukkan angka yang stabil dibandingkan dengan provinsi lainnya yang cenderung naik dan turun.

Ia juga menambahkan, PPKM ini belum bisa dikatakan berhasil jika semua aspek yang ada belum menunjukkan efek positif. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat diharap dapat bekerja sama dalam menyukseskan program PPKM yang diberlakukan demi mengurangi penyebaran kasus Covid-19. 

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Denpasar: 3 Meninggal, 128 Positif, 129 Orang Sembuh

Update COVID-19 Denpasar: 3 Meninggal, 128 Positif, 129 Orang Sembuh

Bali | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:30 WIB

Lewat Sebulan Lebih, Baru 60 Persen Nakes DKI Divaksin Covid Dosis Kedua

Lewat Sebulan Lebih, Baru 60 Persen Nakes DKI Divaksin Covid Dosis Kedua

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:26 WIB

Jangan Abaikan, Ini 5 Tanda Virus Corona Covid-19 Pengaruhi Aliran Darah!

Jangan Abaikan, Ini 5 Tanda Virus Corona Covid-19 Pengaruhi Aliran Darah!

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:46 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar

Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban

KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Sertijab di Kemenko PMK, Sugiono Diantar Menteri Luar Negeri dan Jajaran Kemenlu

Sertijab di Kemenko PMK, Sugiono Diantar Menteri Luar Negeri dan Jajaran Kemenlu

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:02 WIB

YE Alias Kanye West Ingatkan Konsernya di Jakarta, Sinyal Aksinya di GBK Tak Akan Batal

YE Alias Kanye West Ingatkan Konsernya di Jakarta, Sinyal Aksinya di GBK Tak Akan Batal

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:59 WIB

×