Jokowi Picu Kerumunan di NTT, Epidemiolog: Kita Butuh Keteladanan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Februari 2021 | 13:38 WIB
Jokowi Picu Kerumunan di NTT, Epidemiolog: Kita Butuh Keteladanan
Jokowi disambut kerumunan massa di NTT. (Instagram @buddycsbarts)

Suara.com - Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/2021) yang memicu kerumunan dikritik berbagai pihak. Salah satunya dari Epidemiolog Griffith University Ausatralia, Dicky Budiman.

Dicky mengatakan, bahwa dalam sitausi pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum terkendali, pemimpin seperti presiden semestinya bisa menjadi contoh dalam mencegah kerumunan dan penularan.

"Itu contoh yang harus kita berikan. Dan di situasi seperti pandemi kita perlu keteladanan dan perlu contoh konsistensi komitmen mematuhi protokol kesehatan," ujar Dicky kepada Suara.com, Rabu, (24/2/2021).

Dicky kembali mengingatkan, bahwa dalam situasi pandemi seperti saat ini, manusia bisa jadi perantara penularan virus corona. Sementara di sisi lain, deteksi dini dengan testing, tracing, dan testing.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Artinya potensi orang berkerumum dan membawa virus sangat tinggi. Nah saat ini harus diperkuat meningkatkan strategi 3T. Kalau mau benar benar fokus, melindungi kesehatan masyarakat tingkatkan strategi 3T yang sangat mendasar," kata Dicky.

Ia mengatakan, bahwa pemerintah tidak bisa hanya melulu mengandalkan vaksin untuk meningkatkan herd immunitu. Sementara di sisi lain, strategi 3T tidak dijalankan.

"Jangan herd immunity saja, tanpa ada vaksin sekalipun kalau kita serius kita bisa mendapatkan kehidupan yang relatif normal, dan kalau ada kegiatan apapun risikonya kecil, termasuk kunjungan presiden ini harusnya relatif aman dengan 3T, walaupun tetap ada pembatasan," kata dia.

"Artinya kesempatan saat ini harus diperkuat agar presiden menekankan ke kepala daerah lakukan strategi mendasar dengan setara merarata artinya aktivitas yang melibatkan banyak orang kerumunan harus dihindari dalam sitausi seperti ini."

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerumunan Membahayakan Jokowi, Epidemiolog: Walau Divaksin Tetap Bisa Sakit

Kerumunan Membahayakan Jokowi, Epidemiolog: Walau Divaksin Tetap Bisa Sakit

News | Rabu, 24 Februari 2021 | 11:32 WIB

Jokowi Lambaikan Tangan di Kerumunan, Epidemiolog: Masih Bisa Kena Corona

Jokowi Lambaikan Tangan di Kerumunan, Epidemiolog: Masih Bisa Kena Corona

News | Rabu, 24 Februari 2021 | 10:54 WIB

Epidemiolog Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Bencana Banjir

Epidemiolog Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Bencana Banjir

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:06 WIB

Terkini

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 15:48 WIB

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

Promo CGV: Nonton Bioskop dan Beli Popcorn Dapat Cashback 20% Pakai QRIS BRImo

Promo CGV: Nonton Bioskop dan Beli Popcorn Dapat Cashback 20% Pakai QRIS BRImo

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:46 WIB

Breaking News! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta

Breaking News! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:42 WIB

Pasca Jenazah ABK Teridentifikasi, Kapolda Banten Belum Bisa Pastikan Nasib 5 Jurnalis yang Hilang

Pasca Jenazah ABK Teridentifikasi, Kapolda Banten Belum Bisa Pastikan Nasib 5 Jurnalis yang Hilang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:41 WIB

Indonesia dan 7 Negara Muslim Ultimatum Israel Soal Gaza, Puji Setinggi Langit Peran AS

Indonesia dan 7 Negara Muslim Ultimatum Israel Soal Gaza, Puji Setinggi Langit Peran AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

Bukan Cuma Buka Rekening Gratis, Pemerintah Cari Cara Agar Tak Jadi Dormant

Bukan Cuma Buka Rekening Gratis, Pemerintah Cari Cara Agar Tak Jadi Dormant

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

Mengenal Danjong di The King's Warden, Raja Kecil yang Pernah Pimpin Joseon

Mengenal Danjong di The King's Warden, Raja Kecil yang Pernah Pimpin Joseon

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:40 WIB

Jenderal AD Dipecat Abis Korupsi Jual Beli Jabatan, Langsung Dicap Pengkhianat China

Jenderal AD Dipecat Abis Korupsi Jual Beli Jabatan, Langsung Dicap Pengkhianat China

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:37 WIB

×