Catat, Ini 7 Reaksi Paling Umum Usai Vaksinasi Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:10 WIB
Catat, Ini 7 Reaksi Paling Umum Usai Vaksinasi Covid-19
Seorang petugas pelayanan publik Kota Tangerang mendapat vaksinasi Covid-19 yang digelar di Plaza Pemkot Tangerang, Kamis (25/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Suara.com - Program vaksinasi Covid-9 telah dilaksanakan di berbagai negara. Di Indonesia sendiri program vaksinasi kini tengah ditargetkan untuk lansia dan juga pekerja publik esensial.

Sebelum program vaksinasi Covid-19 dimulai para ahli kesehatan telah memperingatkan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. (KIPI).

Perlu dicatat bahwa semua vaksin dan obat-obatan memiliki beberapa efek samping. Efek samping ini perlu terus diseimbangkan dengan manfaat yang diharapkan dalam mencegah penyakit.

Seperti yang dilaporkan Public Health England, vaksin Pfizer / BioNTech dievaluasi dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 44.000 peserta. Demikian seperti dilansir dari NYPost. 

Proses vaksinasi Covid - 19 kepada warga lanjut usia di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Proses vaksinasi Covid - 19 kepada warga lanjut usia di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Reaksi merugikan yang paling sering terjadi dalam uji coba adalah nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), menggigil, artralgia (nyeri sendi), dan demam; ini masing-masing dilaporkan pada lebih dari satu dari 10 orang.

"Reaksi ini biasanya ringan atau sedang dalam intensitas dan sembuh dalam beberapa hari setelah vaksinasi," lapor PHE.

Menurut badan kesehatan, reaksi merugikan dilaporkan lebih jarang pada orang dewasa yang lebih tua (lebih dari 55 tahun) dibandingkan pada orang yang lebih muda.

Reaksi merugikan yang paling sering dilaporkan dalam uji coba ini adalah nyeri di tempat suntikan, nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, mialgia, malaise, pireksia (demam), menggigil, artralgia, dan mual, lapor PHE.

Mayoritas reaksi merugikan ringan sampai sedang dan biasanya sembuh dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

"Reaksi merugikan yang dilaporkan setelah dosis kedua lebih ringan dan dilaporkan lebih jarang dibandingkan setelah dosis pertama," kata PHE.

Reaksi yang merugikan umumnya lebih ringan dan dilaporkan lebih jarang pada orang dewasa yang lebih tua (65 tahun ke atas) dibandingkan pada orang yang lebih muda."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Pemerintah Izinkan Program Vaksinasi Covid Mandiri Dikelola Swasta

Resmi! Pemerintah Izinkan Program Vaksinasi Covid Mandiri Dikelola Swasta

News | Jum'at, 26 Februari 2021 | 12:43 WIB

Gibran Blusukan ke Pasar Gede: Besok Siap Divaksin Nggih Bu

Gibran Blusukan ke Pasar Gede: Besok Siap Divaksin Nggih Bu

Surakarta | Jum'at, 26 Februari 2021 | 12:05 WIB

Ma'ruf Amin hingga Anies Baswedan Pantau Proses Vaksinasi Atlet

Ma'ruf Amin hingga Anies Baswedan Pantau Proses Vaksinasi Atlet

Sport | Jum'at, 26 Februari 2021 | 11:40 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB