alexametrics

India Diprediksi Mampu Lakukan Vaksinasi Covid-19 Besar-besaran

Risna Halidi | Lilis Varwati
India Diprediksi Mampu Lakukan Vaksinasi Covid-19 Besar-besaran
Virus Corona di India. [Narinder Nanu/AFP]

India diprediksi akan melakukan vaksinasi Covid-19 secara besar-besaran mulai 1 Maret 2021 besok.

Suara.com - India diprediksi akan melakukan vaksinasi Covid-19 secara besar-besaran mulai 1 Maret 2021 besok.

Menurut Mantan Direktur Penyakit menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, ada dua faktor yang membuat India mampu meningkatkan program vaksinasi.

"Pertama, selain di fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah mulai besok akan mengikut sertakan fasilitas pelayanan kesehatan swasta,"

"Sehingga masyarakat akan mudah mendapat tempat di vaksin di dekat rumah dan lingkungannya, tanpa harus antre, mendaftar dan berbagai prosedur birokrasi lainnya. Tinggal langsung datang saja dgn membawa kartu identitas," kata prof Tjandra melalui keterangan tertulis yang diterima suara.com, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga: Tragis! Pria Ini Terbunuh Ayam Jago Aduan Piaraannya Sendiri

Kemudian faktor kedua, vaksinasi di fasilitas pemerintah sepenuhnya gratis. Sedangkan fasilitas swasta seperti di klinik dan rumah sakit dikenakan biaya 250 rupees, atau sekitar Rp 50 ribu.

"Walaupun di RS yang amat mewah sekalipun, tanpa tambahan biaya apa-apa lagi," imbuhnya.

India mulai melakukan vaksinasi Covid-19 pada 16 Januari 2021. Hingga sekarang total vaksinasi telah mencapai 14,3 juta.

India menargetkan vaksinasi terhadap 300 juta orang sampai Agustus 2021, yang terdiri dari 30 juta petugas kesehatan dan petugas pelayanan publik. Juga 270 juta usia tua dan usia produktif dengan komorbid.

"Jadi tinggi sekali cakupannya, dengan menggunakan dua jenis vaksin, Covishield (Serum Institute of India Ltd) dan Covaxin (Bharat Biotech International Ltd)," paparnya.

Baca Juga: Masuki Era Mobil Listrik, Osamu Suzuki Undur Diri

Mulai 1 Maret 2021, India menyasar vaksinasi Covid-19 terhadap petugas kesehatan dan petugas publik yang belum divaksin pada periode Januari-Februari, lansia di atas 60 tahun, dan usia 45 - 59 tahun dengan komorbid. 

Komentar