Respons Imun Antar Jenis Kelamin Berbeda, Bisa Jadi Pedang Bermata Dua

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 Maret 2021 | 12:35 WIB
Respons Imun Antar Jenis Kelamin Berbeda, Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Para peneliti sadar bahwa ada perbedaan dampak keparahan Covid-19 antara pria dan wanita. Pada awal Februari tahun lalu, mereka mengamati bahwa tampaknya pria jauh lebih mungkin meninggal daripada wanita.

Bukti ini pun terus berkembang. Misalnya dalam laporan The Sex, Gender and COVID-19 Project menunjukkan pria yang terinfeksi Covid-19 sebesar 20% lebih mungkin dirawat di rumah sakit, serta membutuhkan perawatan intensif.

Ahli imunologi di Heinrich Pette Institute, Hamburg, Marcus Altfeld, mengatakan hasil paling konsisten yang ditemukan adalah bahwa wanita cenderung meningkatkan respons imun yang lebih kuat terhadap infeksi virus daripada pria.

Dilansir The Scientist, perbedaan terlihat pada sel di dalam sistem kekebalan bawaan, yang cenderung merespons lebih cepat pada wanita terhadap rangsangan virus yang mengikat sel. Setelah dirangsang, sel akan mengeluarkan produksi molekul pensinyalan antivirus yang lebih besar.

Sel kekebalan yang mengandung reseptor 7 seperti tol (TLR7), protein yang mendeteksi dan merespons RNA untai tunggal dalam sitoplasma sel (virus corona adalah virus RNA), yakni sel dendritik plasmacytoid dari wanita menghasilkan lebih banyak interferon dalam menanggapi rangsangan potongan viral load daripada sel dari pria.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Interferon merupakan protein alami sebagai respon tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, terutama infeksi virus.

Studi lain menemukan bahwa neutrofil, jenis sel darah putih paling melimpah di sistem kekebalan, tampaknya lebih responsif terhadap sinyal interferon jika diambil sampelnya dari wanita.

Ahli biologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, Sabra Klein, mengatakan respons imun yang diilustrasikan dalam studi-studi ini kemungkinan besar merupakan pedang bermata dua dari perspektif kesehatan.

Di satu sisi, peningkatan aktivasi kekebalan wanita dapat membantu membatasi jumlah virus dalam tubuh. Di sisi lain, hal ini kemungkinan menjadi predisposisi pada wanita terhadap penyakit yang berasal dari respons imun yang terlalu aktif.

baca juga

"Kekurangan dari kekebalan yang kuat ini adalah bahwa 80% dari semua pasien penyakit autoimun adalah wanita," kata Klein. Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan menyerang sel normal di dalam tubuh.

Wanita juga berisiko tinggi mengembangkan penyakit dalam beberapa infeksi virus yang didorong oleh interaksi sistem kekebalan. Misalnya, infeksi HIV, yang cepat berkembang menjadi AIDS pada wanita daripada pria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Mudah Menular, Virus Corona Brasil Mampu Hindari Kekebalan Alami

Tak Cuma Mudah Menular, Virus Corona Brasil Mampu Hindari Kekebalan Alami

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 12:20 WIB

Studi Sebut Makanan Tinggi Fruktosa Bisa Rusak Sistem Kekebalan Tubuh

Studi Sebut Makanan Tinggi Fruktosa Bisa Rusak Sistem Kekebalan Tubuh

Health | Minggu, 28 Februari 2021 | 15:23 WIB

Kesehatan Dipengaruhi Bakteri Usus, Dampaknya Bisa ke Sistem Kekebalan

Kesehatan Dipengaruhi Bakteri Usus, Dampaknya Bisa ke Sistem Kekebalan

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:38 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB