alexametrics

Ketua IDI Usulkan Air Masuk Dalam Daftar Gizi Seimbang

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Ketua IDI Usulkan Air Masuk Dalam Daftar Gizi Seimbang
Ilustrasi gelas berisi air putih. (Elements Envato)

Daeng menjelaskan bahwa air berfungsi untuk memperlancar saluran darah di dalam tubuh.

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng Faqih, SH.MH., mengusulkan agar air dimasukan dalam menu gizi seimbang. Menurutnya, peran air sangat penting dalam kesehatan manusia.

"Gizi ini ada makro, protein, karbohidrat, dan lemak. Gizi mikro ada mineral dan vitamin. Air dalam spesifik belum masuk, tapi dalam fungsinya saya rasa air ini lebih esensial dari gizi makro maupun mikro," kata Daeng dalam webinar 'Urgensi Air Bersih Dalam Membangun Indonesia Sehat', Jumat (5/3/2021).

"Barangkali ke depan, kebijakan pemerintah dengan esensialnya fungsi air untuk kehidupan, saya kira tidak ada salahnya air disebutkan juga sebagai unsur gizi yang utama," imbuhnya.

Daeng menjelaskan bahwa air berfungsi untuk memperlancar saluran darah di dalam tubuh. Selain itu juga mengatur suhu kelembaban kulit, hingga alat pelumas persendian. Kualitas air juga perlu diperhatikan, yakni tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau. Juga memiliki tingkat keasaman dan kesadahan yang baik.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Ini Manfaat Air Putih yang Penting Bagi Tubuh

Ilustrasi Minum Air Putih Setelah Olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi Minum Air Putih Setelah Olahraga. (Shutterstock)

"Kemudian tidak mengandung unsur-unsur yang membahayakan baik mikroorganisme maupun unsur kimiawi dan lain-lain," kata Daeng.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah harus memastikan akses air bersih tersedia bagi seluruh masyarakat. Ia menyayangkan kemampuan Indonesia yang tingkat pemenuhan air bersih berkualitas masih di angka 72,55 persen.

Menurutnya, kondisi itu harus lebih sering dibahas dalam ruang diskusi publik. Agar ke depan pemerintah bisa lebih mengupayakan untuk 100 persen akses air bersih bagi masyarakat bisa terealisasi. 

"Bukan lagi kita berdiskusi pada kualitas air yang ada, tetapi sudah diskusinya masuk pada seberapa bisa kita menyediakan kecukupan air bersih tersebut. Karena sekarang masih jadi masalah," ucap Daeng.

Baca Juga: Jaga Pola Makan Sehat Agar Tubuh Lebih Kuat saat Pandemi, Ini Tipsnya!

Komentar