Studi: Pasien Kanker yang Berjalan Lambat Lebih Berisiko Alami Kematian

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:07 WIB
Studi: Pasien Kanker yang Berjalan Lambat Lebih Berisiko Alami Kematian
Ilustrasi kanker payudara. (shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis dan Institut Kanker Nasional (NCI) telah mengidentifikasi hubungan antara kecepatan berjalan lambat dan peningkatan risiko kematian di antara penderita kanker. Penelitian ini telah diterbitkan pada 4 Maret kemarin di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

"Penyintas kanker hidup lebih lama dari sebelumnya dan itu kabar baik," kata penulis pertama Elizabeth A. Salerno, PhD, asisten profesor bedah di Divisi Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Washington seperti yang dikutip dari Healthshots.

"Tetapi penting untuk meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana diagnosis dan pengobatan berbagai jenis kanker dapat memengaruhi kecepatan berjalan pada penyintas yang dapat mengarah pada strategi pengobatan dan rehabilitasi baru untuk meningkatkan kesehatan pasien ini," imbuhnya. 

Para peneliti mempelajari lebih dari 233.000 peserta yang terdaftar di National Institutes of Health-American Association of Retired Persons (NIH-AARP) Diet and Health Study. Peserta yang berusia 50 hingga 71 tahun menjawab kuesioner tentang kesehatan dan kecepatan berjalan mereka secara keseluruhan yang kemudian diikuti selama beberapa tahun.

Melansir dari Healthshots, dibandingkan dengan kontrol sehat yang terdaftar dalam penelitian ini, penderita kanker 42 persen lebih mungkin melaporkan berjalan pada kecepatan paling lambat dan 24 persen lebih mungkin melaporkan menjadi cacat.

Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)
Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)

Di antara penderita kanker, mereka yang berjalan dengan kecepatan paling lambat memiliki lebih dari dua kali lipat peningkatan risiko kematian karena sebab apapun dibandingkan dengan mereka yang bisa berjalan lebih cepat.

Ada hubungan antara kecepatan berjalan paling lambat dan peningkatan risiko kematian yang signifikan dengan sembilan jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, melanoma, limfoma non-Hodgkin, mulut, prostat, rektal, pernapasan, dan saluran kemih.

"Sepengetahuan kami, analisis ini adalah yang pertama untuk mengeksplorasi hubungan antara kanker, kecepatan berjalan dan kematian berikutnya pada 15 jenis kanker yang berbeda," kata Salerno, yang melakukan penelitian ini saat menjadi peneliti postdoctoral di NCI.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!

Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 21:03 WIB

Onkoplasti Pascapengobatan, Bikin Kualitas Hidup Penyintas Kanker Meningkat

Onkoplasti Pascapengobatan, Bikin Kualitas Hidup Penyintas Kanker Meningkat

Kalbar | Kamis, 04 Maret 2021 | 09:44 WIB

Jika Tak Sempat Olahraga, Lakukan Latihan Insidental agar Tubuh Tetap Bugar

Jika Tak Sempat Olahraga, Lakukan Latihan Insidental agar Tubuh Tetap Bugar

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:47 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×