alexametrics

Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!

Rauhanda Riyantama | Shevinna Putti Anggraeni
Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!
Ilustrasi buang air besar (Unsplash/Giorgio Trovato)

Gejala kanker pankreas memang sulit dikenali, tetapi bisa dideteksi melalui warna feses.

Suara.com - Kanker pankreas salah satu penyakit yang gejalanya sulit dikenali. Beberapa gejalanya terkait dengan penyakit kuning yang berkembang jika kanker menyumbat saluran empedu.

Macmillan Cancer Support menjelaskan penyakit kuning adalah kondisi ketika kulit dan bagian putih mata mulai berubah menguning.

Penyakit kuning juga bisa menyebabkan warna feses menjadi lebih pucat dan berbau. Gejala lain dari penyakit kuning termasuk kulit gatal dan kencing berwarna kuning tua.

Tapi, kanker pankreas bukanlah penyebab penyakit kuning yang paling umum. Penyakit lain yang memengaruhi hati dan saluran empedu adalah penyebab yang paling unum.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu Ternyata Air Kelapa Baik Bagi Penderita Diabetes

Gejala lain dari kanker pankreas meliputi kehilangan nafsu makan, kelelahan, suhu tinggi hingga menggigil dan kehilangan berat badan tanpa diet atau olahraga.

Pankreas bermasalah (Freepik/agartist)
Pankreas bermasalah (Freepik/agartist)

Cara mengatasinya

Menurut NHS dilansir dari Express, Anda harus konsultasi dengan dokter ketika mengalami salah satu gejala tersebut. Dokter akan memeriksa bagian perut dan meminta sampel urine atau menyarankan tes darah.

Perlu diingat, penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan penyebab yang tidak jelas. Tapi, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang menderita kanker pankreas.

Menurut Cancer Research UK, sekitar 20 dari 100 kasus kanker pankreas di Inggris (sekitar 20 persen) disebabkan oleh merokok.

Baca Juga: Daftar Negara di Asia yang Terdeteksi Adanya Virus Corona B117

Rokok tembakau, cerutu dan vape semuanya meningkatkan risiko kanker pankreas. Penelitian telah memberikan hasil yang beragam, tapi tembakau tanpa asap yang populer di Norwegia dan Swedia salah satu yang meningkatkan risikonya.

Komentar