Kenali Flight of Ideas, Gangguan Pikiran pada Orang dengan Penyakit Mental

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:00 WIB
Kenali Flight of Ideas, Gangguan Pikiran pada Orang dengan Penyakit Mental
Ilustrasi dua perempuan sedang ngobrol (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Beberapa orang dengan penyakit kesehatan mental, seperti bipolar, skizofrenia, dan lainnya, biasanya memiliki gejala gangguan proses pikir, yakni flight of ideas.

Menurut American Psychological Association, flight of ideas adalah jenis gangguan pikiran yang menyebabkan orang berbicara secara cepat dan mudah beralih antar gagasan.

Dari waktu ke waktu, kebanyakan orang menjadi bersemangat dan berbicara terlalu cepat atau beralih dari ide satu ke ide lain saat pikiran mereka dibanjiri hal tersebut.

Orang dengan gangguan pikiran ini cenderung tidak menyadari fakta bahwa mereka beralih dari subjek ke subjek, kerena setiap topik nampaknya saling berhubungan bagi mereka.

Ilustrasi ngobrol (freepik/pressfoto)
Ilustrasi ngobrol (freepik/pressfoto)

Setiap orang mengalami flight of ideas secara berbeda. Meski demikian, dilansir Medical News Today, ada beberapa gejala umum yang mungkin dialami mereka:

  • Berbicara dan beralih secara cepat antara ide atau pemikiran yang tidak terhubung secara jelas.
  • Dalam percakapan, tidak memberikan detail yang diperlukan agar orang lain dapat memahami bagaimana kata, pikiran, atau ide terhubung.
  • Tidak memberikan informasi yang menunjukkan perubahan topik.
  • Berbicara dengan cara yang tidak logis, tidak masuk akal, atau sulit diikuti atau dipahami.
  • Bertindak sangat bersemangat, cemas, atau gugup.

Dalam kebanyakan kasus, flight of ideas disebabkan oleh mania, atau periode suasana hati yang meningkat, termasuk dalam tingkat energi, dan perilaku tidak menentu yang dapat terjadi pada penderita bipolar.

Selain itu, orang dengan psikosis juga dapat mengalami flight of ideas. Psikosis terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dan halusinasi atau delusi.

Psikosis dapat terjadi dengan gangguan bipolar, skizofrenia, dan beberapa kondisi neurologis, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Bipolar? Kenali Penyebab hingga Gejala Gangguan Mental

Apa itu Bipolar? Kenali Penyebab hingga Gejala Gangguan Mental

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 16:10 WIB

Orangtua Harus Waspada, Ini 9 Ciri Bipolar pada Anak

Orangtua Harus Waspada, Ini 9 Ciri Bipolar pada Anak

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 06:26 WIB

Suntikkan Jamur Ajaib Sebagai Obat Bipolar, Pria Ini Malah Nyaris Kolaps

Suntikkan Jamur Ajaib Sebagai Obat Bipolar, Pria Ini Malah Nyaris Kolaps

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB