Studi: Pandemi dan Pembatasan Wilayah Perparah Gejala Gangguan Makan

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:19 WIB
Studi: Pandemi dan Pembatasan Wilayah Perparah Gejala Gangguan Makan
Makan banyak sendirian / Pexels.com

Suara.com - Bukan hanya depresi dan kecemasan, pandemi dan pembatasan wilayah memperburuk gangguan makan. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Psychiatry Research.

Melansir dari Healthshots, penelitian baru menunjukkan bahwa lockdown dan pembatasan wilayah terkait dengan peningkatan gejala gangguan makan. Penelitian disusun oleh Anglia Ruskin University (ARU) di Cambridge, Inggris

Studi longitudinal tersebut meneliti perilaku dan sikap 319 anggota klub kesehatan selama musim panas tahun 2020. Para peneliti menindaklanjuti penelitian awal tentang perilaku adiktif atau tidak sehat yang dilakukan pada 2019 untuk menyelidiki efek pembatasan Covid-19.

Peserta, dengan usia rata-rata 37 tahun menyelesaikan tes sikap makan yang disebut EAT-26.

Para peneliti menemukan bahwa skor rata-rata EAT-26 telah meningkat secara signifikan pada tahun 2020 setelah penguncian dibandingkan dengan 2019. Hal ini menunjukkan tingkat perilaku makan yang tidak wajar seperti anoreksia dan bulimia yang lebih tinggi.

Ilustrasi makan. (Pixabay/Michael Wave)
Ilustrasi makan. (Pixabay/Michael Wave)

“Kami tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa Covid-19 bertanggung jawab atas peningkatan perilaku yang terkait dengan gangguan makan ini," ujar Mike Trott, peneliti PhD di Anglia Ruskin University (ARU) yang memimpin penelitian tersebut.

"Namun, kami tahu bahwa orang sering menggunakan makanan sebagai mekanisme mengatasi stres dan jelas banyak orang telah terpengaruh oleh peristiwa stres dan perubahan signifikan selama 12 bulan terakhir,” imbuhnya.

Trott lebih lanjut mencatat, bahwa mereka juga menemukan bahwa gejala kecanduan olahraga turun setelah pembatasan wilayah pertama.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Videografis: Tanda-tanda Alami Gangguan Makan Selama Pandemi

Videografis: Tanda-tanda Alami Gangguan Makan Selama Pandemi

Video | Jum'at, 12 Maret 2021 | 16:00 WIB

Awas, Paparan Layar Gawai dan Televisi Bisa Memicu Gangguan Makan Anak

Awas, Paparan Layar Gawai dan Televisi Bisa Memicu Gangguan Makan Anak

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 08:00 WIB

Kerap Diabaikan, Perhatikan 8 Tanda Serius Anda Mengalami Gangguan Makan

Kerap Diabaikan, Perhatikan 8 Tanda Serius Anda Mengalami Gangguan Makan

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×