Pelarangan Vape Diprediksi Bikin Jumlah Perokok Meningkat

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 13 Maret 2021 | 14:15 WIB
Pelarangan Vape Diprediksi Bikin Jumlah Perokok Meningkat
Ilustrasi vape atau rokok

Suara.com - Selama ini vape atau rokok elektronik dipercaya menjadi alternatif untuk bisa mengurangi konsumsi rokok. Namun, jutaan konsumen vape di Asia terancam untuk terpaksa kembali ke rokok jika proposal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait rokok elektronik dan produk tembakau alternatif lainnya disahkan oleh anggotanya.

Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan komite regulasi tembakau WHO merekomendasikan pelarangan terhadap hampir semua jenis vape, khususnya vape dengan sistem terbuka (open system). Bukan diatur, melainkan dilarang.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, laporan tersebut merekomendasikan pelarangan untuk hampir semua jenis vape, khususnya vape dengan sistem terbuka. Pengajuan saran ini diduga agar para perokok tidak pernah tahu akan adanya produk-produk tersebut melalui pembatasan akses informasi bagi mereka.

Konsumen vape dengan sistem terbuka, yang menjadi pilihan bagi kebanyakan konsumen di Asia, bisa mengisi ulang cairan vape secara manual sebelum digunakan. WHO beralasan bahwa cara tersebut memungkinkan terjadinya penambahan zat asing yang bisa menimbulkan bahaya bagi penggunanya.

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape

“Rekomendasi terbaru dari WHO bertentangan dengan semua logika. Jika negara-negara yang ada mengadopsi rekomendasi untuk melarang konsumsi vape dengan sistem terbuka, maka kerja keras para mantan perokok selama bertahun-tahun dan kebijakan publik akan menjadi tidak berarti,” ujar Koordinator Eksekutif Coalition of Asia Pacific Tobacco Harm Reduction (Koalisi Pengurangan Bahaya Tembakau Asia Pasifik/CAPHRA) Nancy Loucas seperti dikutip dari PR Newswire.

“Dapat kita pastikan bahwa jika ini diadopsi, para konsumen vape akan kembali merokok. Hal ini adalah kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Melarang produk apapun bukanlah jawabannya, termasuk aturan yang melarang semua jenis produk tembakau. Pelarangan justru akan mendorong terbukanya kesempatan lebar bagi pasar gelap untuk produk ilegal. Pelarangan juga menyalahi aturan perlindungan konsumen,” lanjut Nancy.

Untuk itu CAPHRA menyerukan para pemerintah dunia untuk mengadopsi aturan yang berlandaskan bukti kajian ilmiah dan akal sehat untuk semua produk vape.

“Baru saja minggu lalu, badan Kesehatan terkemuka di Inggris, Public Health England (PHE), menyimpulkan bahwa produk vape yang mengandung nikotin merupakan alat bantu paling populer yang digunakan oleh para perokok yang ingin mencoba beralih dari kebiasaan merokok dan akhirnya berhenti,” kata Nancy.

“Di satu sisi, terdapat sejumlah badan kesehatan masyarakat di berbagai negara yang terus melakukan penelitian dan kajian lanjutan mengenai produk tembakau alternatif, khususnya untuk mencari cara terbaik agar perokok bisa didorong untuk berhenti merokok. Akan tetapi, di sisi lain, ada institusi global yang terjebak dalam keyakinan lama mereka bahwa pelarangan merupakan jawaban bagi segalanya,” ucapnya.

CAPHRA mengatakan hanya dengan adanya regulasi yang akomodatif bagi produk-produk tembakau tersebut, para konsumen vape bisa terlindungi, didorong untuk berhenti merokok, dan pada akhirnya diharapkan dapat mewujudkan tingkat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

“Sikap WHO terkait rokok elektrik sangat mengecewakan bagi jutaan perokok dan konsumen vape di seluruh dunia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendalian Konsumsi Tembakau: Pelarangan Merokok di Ruang Publik dan Edukasi

Kendalian Konsumsi Tembakau: Pelarangan Merokok di Ruang Publik dan Edukasi

Bisnis | Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:11 WIB

Survei FKUI: Konsumsi Alkohol dan Rokok Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Survei FKUI: Konsumsi Alkohol dan Rokok Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 12 Maret 2021 | 05:31 WIB

Harga Masih Murah Bikin Konsumsi Rokok Tinggi?

Harga Masih Murah Bikin Konsumsi Rokok Tinggi?

Bisnis | Kamis, 11 Maret 2021 | 15:50 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB