WHO: Tidak Ada Alasan Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Harus Dihentikan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 13 Maret 2021 | 14:16 WIB
WHO: Tidak Ada Alasan Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Harus Dihentikan
Vaksin AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan tidak ada alasan harus berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca, menyusul beberapa negara di Uni Eropa menghentikan vaksinasi, karena khawatir menyebabkan pembekuan darah.

Saat ini komite penasihat vaksin WHO sedang melihat data keamanan vaksin tersebut dan menemukan jika tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah.

"AstraZeneca adalah vaksin yang sangat baik, seperti halnya juga vaksin lain yang sedang digunakan," terang Juru Bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, mengutip Channel News Asia, Sabtu (13/3/2021).

"Kami juga sudah meninjau data kematian. Sampai saat ini tidak ada kematian yang terbukti disebabkan karena vaksinasi," sambungnya.

Sehingga vaksin AstraZeneca harus terus digunakan, meskipun kejadian efek samping dan segala hal yang berkaitan dengan keamanan harus terus dipantau dan dianalisis.

"Kita harus selalu mencari tahu lebih lanjut terkait keamanan vaksin sebelum dirilis atau diberikan izin, dan kita harus lebih dulu memeriksanya. Tapi bukan berarti tidak digunakan," terang Harris.

Sementara itu pejabat kesehatan masyarakat Jerman mengatakan, jika vaksin AstraZeneca aman dan Jerman akan terus menggunakan vaksin tersebut.

"Sejauh yang kami tahu, vaksin memiliki manfaat. Bahkan setelah penyuntikan, manfaatnya lebih besar daripada risikonya," terang Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn dalam konferensi pers.

Otoritas kesehatan di Denmark, Norwegia, dan Islandia pada hari Kamis, (11/3/2021) menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah laporan pembekuan darah di antara beberapa orang yang telah menerima inokulasi.

baca juga

Otoritas Kesehatan Denmark pada Kamis menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca selama 14 hari, meski otoritas tersebut tidak secara langsung menyebutkan adanya hubungan antara vaksin dan pembekuan darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Penggumpalan Darah, Satgas Jelaskan Vaksin AstraZeneca di Indonesia

Isu Penggumpalan Darah, Satgas Jelaskan Vaksin AstraZeneca di Indonesia

News | Sabtu, 13 Maret 2021 | 10:49 WIB

EMA: Alergi Parah Perlu Dimasukkan Sebagai Efek Samping Vaksin AstraZeneca

EMA: Alergi Parah Perlu Dimasukkan Sebagai Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Health | Sabtu, 13 Maret 2021 | 11:01 WIB

Satgas Covid-19: Vaksin AstraZeneca yang Ada di Indonesia Aman Dipakai

Satgas Covid-19: Vaksin AstraZeneca yang Ada di Indonesia Aman Dipakai

News | Jum'at, 12 Maret 2021 | 19:01 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×