Berbeda dengan Katarak, Penyakit Glaukoma Bisa Sebabkan Buta Permanen

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 15 Maret 2021 | 11:37 WIB
Berbeda dengan Katarak, Penyakit Glaukoma Bisa Sebabkan Buta Permanen
Ilustrasi glaukoma. (Shutterstock)

Suara.com - Sama-sama bisa menyebabkan kebutaan, penyakit glaukoma berbeda dengan katarak. Ditinjau dari dampak jangka panjangnya, kebutaan akibat glaukoma bisa permanen. Ini berbeda dari katarak yang masih bisa disembuhkan.

"Glaukoma merupakan penyebab kebutaan terbanyak kedua di dunia, tetapi merupakan penyebab kebutaan pertama yang irreversible. Artinya, bila pasien sudah sampai tahap kebutaan, dia tidak akan kembali lagi. Berbeda dengan katarak, kalau buta karena katarak, setelah operasi Insyaallah penglihatannya akan baik lagi kalau tidak ada masalah apa-apa," jelas dokter spesialis mata dr. Maula Rifada, Sp.M(K)., saat siaran Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (15/3/2021).

Pasien glaukoma sebenarnya juga tidak akan serta merta langsung mengalami kebutaan. Dokter Maula mengatakan bahwa ada proses panjang yang terjadi sampai akhirnya pasien menjadi buta. Tetapi jika penyakit glaukoma yang diderita sudah pada tahap kebutaan, maka ini akan jadi permanen.

"Itu yang jadi masalah besar dari glaukoma, karena masih belum banyak yang mengetahui. Berbeda dengan katarak yang mungkin sudah lebih populer," imbuh dokter Maula.

Untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap glaukoma, Asosiasi Glaukoma Dunia dan Asosiasi Pasien Glaukoma di dunia menginisiasi adanya World Glaukoma Week yang diperingati setiap minggu kedua bulan Maret.

"Kebetulan tahun ini jatuhnya minggu lalu, 7 sampai 13 Maret 2021. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit glaukoma dengan harapan bila memang sudah mengetahui dan waspada, angka kebutaan karena glaukoma bisa diturunkan atau dicegah," ucapnya.

Dokter di rumah sakit mata Cicendo itu menyampaikan bahwa diperkirakan pada 2023 prevalensi glaukoma di dunia mencapai 76 juta orang. Kemungkinan akan meningkat pada 2040 menjadi sekitar 111 juta orang di dunia.

Sementara di Indonesia sendiri, glaukoma masih menjadi tiga besar penyebab kebutaan setelah katarak dan kelainan retina. "Sehingga kewaspadaan dan pengetahuan terhadap glaukoma harus terus ditingkatkan," pungkas dokter Maula.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Mata Glaukoma

Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Mata Glaukoma

Health | Jum'at, 12 Maret 2021 | 11:25 WIB

Pilu! Viral Kakek Tukang Becak Kerap Ditolak Penumpang, Ternyata Gegara Ini

Pilu! Viral Kakek Tukang Becak Kerap Ditolak Penumpang, Ternyata Gegara Ini

Hits | Minggu, 07 Maret 2021 | 20:15 WIB

Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Kebutaan

Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Kebutaan

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 10:15 WIB

Terkini

BRI Salurkan Sembako bagi Member Merah Indogrosir yang Adopsi QRIS

BRI Salurkan Sembako bagi Member Merah Indogrosir yang Adopsi QRIS

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Kajari di Sultra Diamankan Usai Dilaporkan Warga soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Kajari di Sultra Diamankan Usai Dilaporkan Warga soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Nama BNN Mau Diubah Jadi BNPN, Prabowo Ungkap Nyawa Petugas Melayang di Kampung Narkoba

Nama BNN Mau Diubah Jadi BNPN, Prabowo Ungkap Nyawa Petugas Melayang di Kampung Narkoba

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

4 Brightening Serum Tanpa Pewangi Solusi Aman Mencerahkan Kulit Sensitif

4 Brightening Serum Tanpa Pewangi Solusi Aman Mencerahkan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

RUU Hak Cipta Ditargetkan Rampung 17 Desember 2026

RUU Hak Cipta Ditargetkan Rampung 17 Desember 2026

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:34 WIB

Satgas PKH Setor Rp 13,2 Triliun ke Negara, Total 6,2 Juta Hektare Hutan Dikuasai Kembali

Satgas PKH Setor Rp 13,2 Triliun ke Negara, Total 6,2 Juta Hektare Hutan Dikuasai Kembali

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Wamensos Agus Jabo Tekankan Pentingnya Legalitas Lahan Sekolah Rakyat di Boven Digoel

Wamensos Agus Jabo Tekankan Pentingnya Legalitas Lahan Sekolah Rakyat di Boven Digoel

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Koar-koar Timnas Indonesia Curang, Ini Statistik Suram Tetangga Berisik Malaysia

Koar-koar Timnas Indonesia Curang, Ini Statistik Suram Tetangga Berisik Malaysia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Bikin Resah! Warga Minta Lokalisasi di Belakang Kantor Kejari Bangka Selatan Ditutup

Bikin Resah! Warga Minta Lokalisasi di Belakang Kantor Kejari Bangka Selatan Ditutup

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:21 WIB

×