Ditolak Banyak Negara, Arab Saudi: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Aman

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 16 Maret 2021 | 11:50 WIB
Ditolak Banyak Negara, Arab Saudi: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Aman
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Sejumlah negara di Uni Eropa menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Meski demikian pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa mereka tetap melanjutkan penggunaan vaksin tersebut.

Dilansir dari Arab News, juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa vaksin itu aman. Mereka menolak berita bahwa Kerajaan telah menghentikan penggunaan vaksin Oxford-AstraZeneca selama 48 jam.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang terus memantau keamanan dan kemanjuran vaksin, yang hingga saat ini belum menunjukkan adanya masalah terkait.

Otoritas Makanan dan Obat Saudi menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 Desember lalu dan impor serta penggunaan vaksin Oxford-AstraZeneca pada Februari.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

Jumlah kasus yang dikonfirmasi dan kasus kritis berfluktuasi dalam sebulan terakhir, sedikit menurun dan meningkat tanpa visibilitas yang jelas atau indikasi stabil.
Dia menambahkan angka tersebut masih tidak stabil dan fluktuasi terus menjadi perhatian para pejabat.

“Sangat penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan, yang hasilnya akan menyebabkan kurva menurun pada waktunya.”

Arab Saudi pada hari Minggu melaporkan 348 kasus baru Covid-19, dengan 179 di antaranya di wilayah Riyadh.Makkah memiliki 52 kasus, Provinsi Timur memiliki 44 dan Qassim memiliki 13. Jazan dan Baha masing-masing melaporkan empat kasus.

Ada 382.407 infeksi yang dikonfirmasi dilaporkan di negara itu sejak awal pandemi lebih dari setahun yang lalu.

Ada 3.137 kasus aktif, 555 di antaranya dalam perawatan kritis, dan ada 247 pemulihan baru. Jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 adalah 372.703.

baca juga

Ada empat kematian lagi karena komplikasi dari Covid-19, meningkatkan jumlah kematian menjadi 6.567.

Lebih dari 14,3 juta tes PCR telah dilakukan di Kerajaan sejak awal pandemi, dengan 34.731 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Otoritas Saudi melanjutkan kampanye pemantauan mereka untuk memastikan kepatuhan dengan tindakan pencegahan yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus corona, Saudi Press Agency melaporkan.
Mereka mencatat 34.763 pelanggaran dalam satu minggu, menurut statistik Kementerian Dalam Negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah Lagi, Kini Lebih dari Selusin Negara Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

Tambah Lagi, Kini Lebih dari Selusin Negara Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:31 WIB

AstraZeneca Bantah Kaitan Vaksin Covid-19 Dengan Penggumpalan Darah

AstraZeneca Bantah Kaitan Vaksin Covid-19 Dengan Penggumpalan Darah

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:15 WIB

Indonesia dan Uni Eropa Tunda Vaksin AstraZeneca, Australia Tetap Lanjut!

Indonesia dan Uni Eropa Tunda Vaksin AstraZeneca, Australia Tetap Lanjut!

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 09:41 WIB

Terkini

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:44 WIB

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:40 WIB

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:37 WIB

×