Meski Ditunda, Kemenkes: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tetap Digunakan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 16 Maret 2021 | 14:20 WIB
Meski Ditunda, Kemenkes: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tetap Digunakan
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penundaan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca bukan lantaran adanya laporan terkait penggumpalan darah pasca vaksinasi yang terjadi di beberapa negara.

"Terkait AstraZeneca, kami ingin mengklarifikasi pemerintah dalam hal ini menunda distribusi bukan karena kita semata-mata mendengarkan apa yang sudah kita ketahui bahwa terjadi penggumpalan darah sebagai akibat dari penyuntikan AstraZeneca. Kita tahu memang ada 10 atau 11 negara yang menunda," kata Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/3/2021).

Nadia melanjutkan bahwa penundaan itu hanya bersifat sementara. Sembari menunggu informasi lanjutan dari Badan POM Eropa yang sebenarnya juga telah membantah keterkaitan efek samping penggumpalan darah dengan vaksinasi AstraZeneca.

Terlebih, menurut Nadia, dibandingkan dengan jumlah orang yang telah disuntik dengan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca, yang mengalami penggumpalan darah hanya sebagian kecil.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

"Kalau kita melihat dari data yang ada saat ini sudah 17 juta orang mendapatkan vaksin AtraZeneca, di mana proses penggumpalan darah dilaporkan sebanyak 40 kasus. Jadi sebenarnya pasti sangat kecil. Kedua tidak ada hubungannya dengan vaksin AstraZeneca," tuturnya.

Akan tetapi, Kemenkes sengaja menunda distribusi vaksin AstraZeneca ke sejumlah fasilitas layanan kesehatan di daerah sesuai dengan arahan Badan POM dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI.

"Badan POM bersama juga ITAGI dan para ahli sedang melihat kembali apakah kriteria penerima vaksin yang tadinya sudah dikeluarkan, yang ditujukan untuk penggunaan vaksin produksi dari Sinovac dan Biofarma ini juga akan sama kriterianya dengan vaksin yang akan kita gunakan yaitu vaksin AstraZeneca. Jadi kita menunggu proses ini," jelas Nadia.

Selain menunggu kajian dari BPOM dan ITAGI, Nadia mengatakan bahwa Kemenkes juga melakukan proses pengecekan secara fisik melalui quality control pada kemasan Vaksin AstraZeneca sebelum didistribusikan ke daerah. Kemenkes perlu memastikan tidak ada perubahan bentuk ataupun warna vaksin yang bisa berdampak pada khasiat vaksin.

Penundaan tersebut tidak bisa berlangsung lama lantaran masa simpan vaksin AstraZeneca yang hanya sampai Mei 2021. Meski begitu, Nadia yakin 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang saat ini sudah ada di Indonesia akan terpakai habis sebelum masa simpan berakhir.

baca juga

"Tentunya 1,1 juta dosis vaksin harus kita prioritaskan pada tempat-tempat sebelum masa simpannya habis. Kami cukup optimis bahwa kalau kita lihat saat ini penyuntikan kita per hari sudah mencapai angka 250 ribu sampai 350 ribu. Artinya kalau kita melakukan penyuntikan 1,1 juta, kalau kita anggap saja mampu dilaksanakan dalam 200 per hari, jadi dalam waktu 6 hari vaksin akan habis," ucap Nadia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembalap Ini Tolak Disuntik Vaksin Covid-19 Saat Tes Pramusim, Ada Apa?

Pembalap Ini Tolak Disuntik Vaksin Covid-19 Saat Tes Pramusim, Ada Apa?

Sport | Selasa, 16 Maret 2021 | 13:45 WIB

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, Ahli Sebut Itu Kebetulan!

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, Ahli Sebut Itu Kebetulan!

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 13:07 WIB

Musisi Italia Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca

Musisi Italia Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 12:59 WIB

Terkini

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:54 WIB

OTT Bupati Klaten, JCW Kritik Peran Inspektorat: Mandul Akibat Ewuh Pakewuh!

OTT Bupati Klaten, JCW Kritik Peran Inspektorat: Mandul Akibat Ewuh Pakewuh!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:51 WIB

×