- PT ITJ membangun ruang bawah tanah seluas 4.439 meter persegi di Bundaran HI dengan target rampung Juni 2027.
- Proyek senilai Rp148,2 miliar tersebut berfungsi sebagai simpul transportasi dan jalur penghubung antargedung komersial secara terintegrasi.
- Pembangunan infrastruktur bawah tanah ini diproyeksikan mampu menggerakkan sektor perdagangan dan ekonomi serta menarik sekitar 6.000 pengunjung.
Suara.com - Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) segera memiliki wajah baru berupa ruang bawah tanah multifungsi seluas 4.439 meter persegi.
Proyek bernama extended concourse ini tidak sekadar disiapkan sebagai jalur penyeberangan, melainkan diproyeksikan menjadi simpul baru transportasi Jakarta.
Pembangunan yang dikerjakan oleh PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) melalui investasi senilai Rp148,2 miliar ini ditargetkan rampung pada Juni 2027.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai proyek ini memiliki posisi strategis karena berada di salah satu kawasan paling sibuk di pusat kota.
“Diharapkan rampung saat HUT Jakarta ke-500,” kata Yuke, Selasa (1/9/2026).
Hingga Agustus 2026, progres pembangunan infrastruktur di jantung ibu kota tersebut dilaporkan telah mencapai 24 persen.

Ruang bawah tanah ini dirancang memiliki akses yang terhubung langsung dengan Plaza Indonesia, Grand Hyatt Hotel, Wisma Nusantara, dan Hotel Pullman.
Selain gedung komersial, masyarakat juga dapat berpindah dari Halte Transjakarta menuju Stasiun MRT Jakarta melalui fasilitas lift tanpa harus keluar ke permukaan jalan.
Direktur Utama PT ITJ Ferdiansyah Roestam menjelaskan bahwa kemudahan akses ini akan menjadi pengalaman baru bagi pengguna transportasi publik di Jakarta.
“Pengguna transportasi publik bisa berpindah dengan lebih mudah,” jelas Roestam.
Proyek ini dibangun pada kedalaman sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan, dengan tingkat ketelitian tinggi terhadap jaringan kabel dan utilitas bawah tanah.
Roestam menambahkan, keberhasilan proyek perdana ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembangunan serupa di masa depan.
“Kalau berhasil, mudah-mudahan diikuti proyek serupa,” ujarnya.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Lefi ikut menegaskan bahwa kehadiran ruang bawah tanah tersebut harus memberikan dampak nyata bagi sektor perdagangan.
“Bukan hanya untuk menyeberang, tetapi juga menggerakkan ekonomi,” kata Lefi.
Lefi memperkirakan jumlah pengunjung yang akan memanfaatkan ruang multifungsi tersebut dapat mencapai sekitar 6.000 orang setelah pembangunan selesai.
Integrasi ini diproyeksikan mampu memperkuat posisi Bundaran HI sebagai pusat ekonomi sekaligus kawasan Transit Oriented Development (TOD) utama di Jakarta.