Ingin Pandemi Berakhir, Ahli: Saatnya Investasi di Sektor Kesehatan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 22 Maret 2021 | 14:10 WIB
Ingin Pandemi Berakhir, Ahli: Saatnya Investasi di Sektor Kesehatan
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Hingga kini setiap negara masih terus berjuang untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity yang dipercaya bisa menghentikan pandemi Covid-19.

Namun, tidak ada jaminan apabila 70-80 persen penduduk di dunia sudah divaksinasi maka virus Covid-19 akan pergi begitu saja. Oleh sebab itu, sekarang jadi saat yang tepat untuk melakukan investasi di sektor tenaga medis publik agar bisa membantu mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19.

Pakar kesehatan yang juga mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, komunitas lokal bisa mempunyai peranan penting dalam penanganan Covid-19.

“Warga lokal yang dipercaya oleh komunitas di wilayah itu bisa direkrut untuk melakukan contact tracing. Mereka juga bisa diberdayakan untuk melakukan distribusi vaksin. Ini untuk mengantisipasi apabila ada warga yang masih tidak mau divaksinasi. Mereka baru mau divakisinasi apabila proses tersebut dilakukan oleh orang yang mereka percaya. Jadi warga lokal bisa dijadikan sebagai tenaga medis,” kata Kim seperti dalam keterangannya

Kim mengatakan, Bank Dunia mempunyai cash transfer program. Program ini adalah memberikan uang kepada mereka yang tidak mampu namun untuk mendapatkan uang tersebut harus bersedia menerima pelatihan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

“Ini dilakukan di Haiti dan Rwanda, mereka yang menerima uang dari cash transfer program dilatih untuk bisa melakukan contact tracing terhadap warga yang terinfeksi Covid-19. Mereka juga bisa diminta untuk melakukan distribusi vaksin. Ini juga merupakan bentuk investasi di sektor publich health work force,” ujarnya.

Menurut Kim, program transfer uang tunai ini juga bisa menjadi stimulus ekonomi di masa pandemi. Karena, uang tunai yang diberikan kepada mereka yang kurang mampu akan dipakai untuk konsumsi. Ini akan membantu perekonomian negara tersebut.

Kim menambahkan, pandemi Covid-19 membuat semua negara harus mulai memperbanyak jumlah tenaga medis. Untuk mewujudkan hal tersebut, harus ada investasi di sektor tenaga medis.

“Kita tidak akan pernah tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Apabila 70-80 persen warga di dunia sudah divaksinasi dan pandemi berakhir, maka itu harus kita rayakan. Namun, jangan lupa bahwa virus Covid-19 terus bermutasi dan mereka yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi oleh mutasi virus tersebut. Apabila skenario buruk ini terjadi maka kita akan mengulang lagi dari pertama,” jelasnya.

baca juga

Kim juga menyarankan vaksinasi tidak hanya dilakukan berdasarkan usia tetapi dari wilayah yang paling banyak terdapat kasus positif. Menurut dia, hal itu jauh lebih efektif dalam meredam penyebaran Covid-19.

“Jadi, apabila ada satu wilayah yang mempunyai banyak kasus positif, maka wilayah itu dan area di sekitarnya harus menjadi prioritas dari program vaksinasi. Pada dasarnya virus Covid-19 ini mudah ditebak. Asal menerapkan testing, contact tracing, treatment, isolation dan quarantine maka penyebaran virus tersebut bisa dikontrol,” ungkapnya.

Kim menambahkan, pandemi Covid-19 berbeda dengan pandemi yang pernah terjadi sebelumnya. Ini karena virus Covid-19 sangat berbahaya dibandingkan Ebola atau SARS. Selain itu, mereka yang terinfeksi dan tidak memperlihatkan gejala tertentu bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Saat ini, sudah ada keajaiban yaitu dengan diproduksinya vaksin Covid-19 oleh sejumlah perusahaan farmasi. Namun, jumlah vaksin yang diproduksi masih belum mencukupi untuk memvaksinasi 70-80 persen penduduk dunia. Apabila perusahaan farmasi mampu meningkatkan produksi vaksin, bukan tidak mungkin pandemi Covid-19 bisa berakhir sebelum 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Mau di Vaksin COVID-19, Lansia di Cianjur Berkerumun

Waduh! Mau di Vaksin COVID-19, Lansia di Cianjur Berkerumun

Bogor | Senin, 22 Maret 2021 | 13:36 WIB

PM Taiwan Bagikan Pengalaman Usai Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca

PM Taiwan Bagikan Pengalaman Usai Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 13:13 WIB

Studi: Pasien Covid-19 Bisa Alami Peradangan Tiroid Tak Biasa

Studi: Pasien Covid-19 Bisa Alami Peradangan Tiroid Tak Biasa

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 13:28 WIB

Terkini

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

×