Disebut Gen Zombie, Sel Otak Ini Malah Lebih Aktif Usai Manusia Meninggal

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 24 Maret 2021 | 12:42 WIB
Disebut Gen Zombie, Sel Otak Ini Malah Lebih Aktif Usai Manusia Meninggal
Mana yang lebih sering Anda pikirkan, makan atau bercinta?

Suara.com - Umumnya, banyak orang berpikir bahwa setelah dinyatakan meninggal dunia, manusia benar-benar akan mematikan semua sistem dalam tubuh. Padahal beberapa sel masih aktif dan malah tumbuh beberapa jam setelah kematian. Kondisi ini yang disebut para peneliti sebagai Gen Zombie.

Melansir dari Medical Xpress, beberapa jam setelah meninggal, sel-sel tertentu di otak manusia masih aktif. Beberapa sel bahkan meningkatkan aktivitasnya dan tumbuh. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru dari University of Illinois Chicago (UIC).

Dalam studi yang baru diterbitkan di jurnal Scientific Reports, para peneliti UIC menganalisis ekspresi gen dalam jaringan otak segar beberapa kali setelah pengangkatan untuk mensimulasikan interval post-mortem dan kematian. Mereka menemukan bahwa ekspresi gen di beberapa sel justru meningkat setelah kematian.

Gen zombie ini spesifik untuk satu jenis sel, yakni sel inflamasi yang disebut sel glial.

"Bahwa sel glial membesar setelah kematian tidak terlalu mengejutkan mengingat bahwa mereka meradang dan tugas mereka adalah membersihkan segalanya setelah cedera otak seperti kekurangan oksigen atau stroke," kata Dr. Jeffrey Loeb, Profesor John S. Garvin dan kepala neurologi dan rehabilitasi di UIC College of Medicine dan penulis terkait.

Sebelumnya, kebanyakan studi penelitian yang menggunakan jaringan otak manusia post-mortem untuk menemukan pengobatan dan penyembuhan potensial untuk gangguan seperti autisme, skizofrenia dan penyakit Alzheimer tidak memperhitungkan ekspresi gen post-mortem atau aktivitas sel.

"Sebagian besar penelitian berasumsi bahwa segala sesuatu di otak berhenti saat jantung berhenti berdetak, tetapi tidak demikian," kata Loeb.

Loeb dan timnya memperhatikan bahwa pola global ekspresi gen di jaringan otak manusia segar tidak sesuai dengan laporan yang dipublikasikan tentang ekspresi gen otak postmortem dari orang-orang tanpa gangguan neurologis atau dari orang-orang dengan berbagai macam gangguan neurologis.

"Kami memutuskan untuk menjalankan eksperimen kematian simulasi dengan melihat ekspresi semua gen manusia, pada titik waktu dari nol hingga 24 jam dari sekumpulan besar jaringan otak yang baru dikumpulkan," kata Loeb.

Mereka menemukan bahwa sekitar 80 persen gen yang dianalisis tetap relatif stabil selama 24 jam usai kematian dan ekspresinya tidak banyak berubah. Gen yang termasuk ini sering disebut sebagai gen housekeeping yang menyediakan fungsi seluler dasar dan biasanya digunakan dalam studi penelitian untuk menunjukkan kualitas jaringan.

Ilustrasi otak. (Shutterstock)
Ilustrasi otak. (Shutterstock)

Kelompok gen kadua yang diketahui ada di neuron dan terbukti terlibat secara rumit dalam aktivitas otak manusia seperti memori, aktivitas berpikir, dan kejang, dengan cepat terdegradasi beberapa jam setelah kematian.

Sementara kelompok gen ketiga, yakni gen zombi meningkatkan aktivitas mereka pada saat yang bersamaan dengan penurunan gen neuron. Pola perubahan post-mortem mencapai puncaknya sekitar 12 jam.

"Kabar baik dari temuan kami adalah bahwa kami sekarang mengetahui gen dan jenis sel mana yang stabil, mana yang terdegradasi, dan mana yang meningkat seiring waktu usai kematian," ujar Loeb.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 5 Makanan yang Bagus untuk Perkembangan Otak Anak

Daftar 5 Makanan yang Bagus untuk Perkembangan Otak Anak

Your Say | Selasa, 23 Maret 2021 | 12:08 WIB

Dapat Ucapan Selamat dari Gen Halilintar, Atta Halilintar Bereaksi

Dapat Ucapan Selamat dari Gen Halilintar, Atta Halilintar Bereaksi

Entertainment | Senin, 22 Maret 2021 | 06:45 WIB

Beberkan Kondisi Orangtua, Ekspresi Adik Atta Halilintar Disorot

Beberkan Kondisi Orangtua, Ekspresi Adik Atta Halilintar Disorot

Entertainment | Minggu, 21 Maret 2021 | 13:35 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB