Lansia Ditolak Vaksin Covid-19? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 28 Maret 2021 | 18:05 WIB
Lansia Ditolak Vaksin Covid-19? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
Vaksinasi covid-19 bagi lansia di Kota Bogor. [Ayobogor.com]

Suara.com - Sebelum bisa disuntik vaksin Covid-19, siapa pun harus lebih dulu lulus skrining kondisi kesehatan.

Khusus bagi orang lanjut usia (lansia), skrining dilakukan dengan menjawab lima pertanyaan terkait kemampuan berjalan, jumlah penyakit penyerta yang dimilikinya, hingga berat badan

Kementerian Kesehatan telah mensyaratkan apabila lansia mengalami tiga gangguan kesehatan dari lima pertanyaan tersebut, maka ia tidak bisa disuntik vaksin.

Karenanya, dokter mengingatkan bahwa lansia tidak perlu tersinggung atau baper (bawa perasaan) jika ditolak tenaga kesehatan saat akan vaksinasi.

"Ada pasien yang tiba-tiba WA (whatsapp) ke saya, pasien ini menggunakan kursi roda datang ke Puskesmas kemudian ditolak, tidak diizinkan vaksin karena memakai kursi roda. Dia kebingungan," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Lukman Zulkifli Halim Amin, Sp.PD., dalam webinar daring, Minggu (28/3/2021).

Menurut dokter Lukman, kebingungan lansia tersebut disebabkan belum tersampainya komunikasi dari Kemenkes mengenai syarat vaksinasi Covid-19 khusus lansia.

Ia menjelaskan tubuh lansia lebih rapuh sehingga persyaratan harus lebih diperketat untuk meminimalisir terjadinya efek samping vaksin.

"Ada namanya kondisi rapuh. Jadi melihat bagaimana si pasien apakah bisa naik 10 tangga, berapa hilang berat badan, kemampuan berjalan. Kemudian si pasien tersebut penyakitnya satu macam, dua macam, atau lima macam. Ternyata ini belum komunikasikan dengan baik," katanya.

Karenanya, ia mengingatkan agar lansia memastikan kondisi fisik dan kesehatannya sebelum menjalani vaksinasi.
 
"Saya sampaikan, jangan tersinggung dulu kalau nanti ditolak di puskesmas. Karena pada lansia memang persyaratannya selain sudah dapat surat layak vaksin, tapi juga dilihat kemampuan untuk berjalan dan lain-lain. Itu penilaian penting sekali. Jadi tak cukup dilihat penyakitnya tapi juga kondisi rapuh," jelasnya.

baca juga

Lansia juga sangat disarankan untuk lebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika sudah memiliki penyakit bawaan.

Dokter Lukman menjelaskan, lansia yang sudah memiliki penyakit tertentu memang bisa divaksinasi asalkan sakitnya terkontrol dan mendapatkan surat rekomendasi dari dokter.

"Ini pentingnya pemeriksaan ulang untuk mengidentifikasi skrining, apakah layak vaksin atau tidak," ucap dokter Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Samping Lain Vaksin AstraZeneca, Waspadai Kemerahan di Area Suntikan!

Efek Samping Lain Vaksin AstraZeneca, Waspadai Kemerahan di Area Suntikan!

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 15:41 WIB

Kemenkes Sebut Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Indonesia Ditunda

Kemenkes Sebut Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Indonesia Ditunda

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 14:45 WIB

Vaksin Covid-19 30 Persen Kurang Efektif Lawan Virus Corona Afrika Selatan

Vaksin Covid-19 30 Persen Kurang Efektif Lawan Virus Corona Afrika Selatan

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 14:25 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×