Kemenkes Sebut Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Indonesia Ditunda

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 28 Maret 2021 | 14:45 WIB
Kemenkes Sebut Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Indonesia Ditunda
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Kementerian Kesehatan memastikan pasokan dosis vaksin Covid-19 tercukupi meski ada penundaan pengiriman vaksin merek AstraZeneca.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kesediaan vaksin masih cukup untuk menyelesaikan program vaksinasi tahap kedua yang ditargetkan terhadap 38 juta penduduk.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 27 juta dosis yang tengah diproses BioFarma untuk menjadi vaksin siap pakai.

"Masyarakat tidak perlu takut dan khawatir karena saat ini kita ada 27 Juta dosis yang sedang diproses oleh BioFarma menjadi vaksin jadi jadi. Kalau yang sekarang beredar kurang lebih ada 20 juta dosis," kata Nadia dalam webinar 'Vaksin Covid-19, Menuju Keluarga Sehat', Minggu (28/3/2021).

Simpanan vaksin sebanyak 27 Juta dosis itu baru akan dipakai untuk periode April hingga Mei, lanjut Nadia. Terlebih, Indonesia juga masih akan menerima sekitar 3 juta dosis dari Sinovac bulan depan.

Nadia menegaskan Kemenkes menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 tidak akan habis dalam waktu dekat. Hanya saja, diakuinya bahwa penundaan itu membuat percepatan vaksinasi jadi terhambat.

"Kami jamin bahwa vaksin tidak akan habis. Tapi yang menjadi kendala adalah rencana kita untuk bisa mempercepat vaksinasi mencapai angka 750 ribu per hari ini terpaksa kita terlambat. Artinya tidak akan sampai angka tersebut karena jumlah vaksin yang tidak sesuai dengan rencana," katanya.

Pengiriman vaksin Covid-19 AstraZeneca dari India ke Indonesia itu terpaksa ditunda. Seharusnya, vaksin bantuan dari COVAX-GAVI tersebut dijadwalkan akan dikirim pada periode akhir Maret dan April.

Nadia menyampaikan, penundaan itu dilakukan langsung oleh perusahaan AstraZeneca akibat melonjaknya kasus dibeberapa negara Eropa. Sehingga perusahaan asal Inggris itu meminta agar dosis vaksin didahulukan untuk negara-negara Eropa.

baca juga

"Negara-negara produsen vaksin khususnya di Eropa, juga di Amerika, ini juga beberapa mengalami peningkatan kasus, terutama di Eropa. Sehingga mereka meminta untuk bisa didahulukan pemberian vaksinasi. Kemudian AstraZeneca mengatakan akan menunda pengiriman vaksin tersebut ke negara kita," ucapnya.

Nadia menyampaikan, Indonesia seharusnya mendapat kiriman 10 juta dosis vaksin AstraZeneca pada April. Akibat pengiriman ditunda, sehingga diperkirakan paling cepat baru akan dikirim pada Mei mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 30 Persen Kurang Efektif Lawan Virus Corona Afrika Selatan

Vaksin Covid-19 30 Persen Kurang Efektif Lawan Virus Corona Afrika Selatan

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 14:25 WIB

Bahas Stunting, Kemenkes Singgung Remaja Gemar Diet Sembarangan

Bahas Stunting, Kemenkes Singgung Remaja Gemar Diet Sembarangan

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 14:05 WIB

Kemenkes Sebut Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Kemenkes Sebut Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Health | Minggu, 28 Maret 2021 | 12:21 WIB

Terkini

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:40 WIB

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

×