Ahli Virus ITB Pastikan Vaksin AstraZeneca Pakai Enzim Tripsin Jamur

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 29 Maret 2021 | 17:10 WIB
Ahli Virus ITB Pastikan Vaksin AstraZeneca Pakai Enzim Tripsin Jamur
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sempat ramai diperbincangkan mengandung tripsin babi. Isu itu yang kemudian berakibat fatwa haram tetapi dibolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tetapi, informasi tripsin babi itu kemudian dibantah oleh pihak AstraZeneca yang menegaskan vaksin buatannya tidak mengandung produk turunan hewani sama sekali.

Berdasarkan dokumen dari AstraZeneca, ahli virus Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Aluicia Anita Artarini mengatakan bahwa AstraZeneca justru menggunakan tripsin enzim yang menyerupai jamur.

"Berdasarkan dokumen dari AstraZeneca sendiri dan tim Oxford, mereka menggunakan jenis enzim tripsin yang berasal dari jamur dan dibuat untuk vaksin covid," kata Anita dalam webinar online, Senin (28/3/2021).

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

Ia menjelaskan bahwa tripsin itu tidak dimasukan dalam formula vaksin. Tetapi hanya digunakan sebagai pemotong sel mamalia yang dibeli AstraZeneca dari supplier Bank Sel. 

Anita menyampaikan, tim AstraZeneca dan Oxford membeli sel HEK 923 dari supplier yang bernama Thermo Fisher sebagai salah satu bahan pembuatan vaksin. Tetapi pembelian hanya bisa sebanyak 10 juta sel dalam wadah 1 mililiter.

"Sementara untuk pembuatan vaksin jutaan dosis diperlukan jumlah sel yang banyak. Sehingga oleh tim Oxford dan AstraZeneca ini (sel HEK 923) dibeli lalu diperbanyak," ucapnya 

Lantaran sifat sel mamalia tersebut menempel pada wadahnya, sehingga menyulitkan proses pertumbuhan jumlah sel lebih banyak. Sehingga peneliti membutuhkan protein enzim tripsin tersebut untuk memotong agar sel tidak menempel pada wadah.

"Disinilah penggunaan tripsin, seperti gunting protein. Jadi ketika sel ini menempel pada protein yang berinteraksi dengan wadahnya, lalu tripsin ini fungsinya memotong. Sehingga kalau sel ini ketemu dengan tripsin nanti dia lepas. Kalau dia lepas, ngambang di medianya setelah tuh jadi gampang memindahkannya ke wadah lain," tuturnya.

baca juga

Sel kemudian dicuci dengan medium cair disentrifuge untuk menghilangkan tripsin dan larutan lainnya, sehingga sel tidak rusak. Setelah itu, ditambahkan kembali medium cair agar sel berada dalam larutan suspensi dan selanjutnya dapat digunakan dalam proses lebih lanjut.

Anita menjelaskan bahwa penggunaan tripsin babi itu dilakukan ketika sel masih ada di supplier bank sel. 

"Jadi yang memakai tripsin babi itu sebelum yang dibeli oleh tim Oxford," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaster Takziah Muncul di Plalangan, Satu Warga Meninggal Dunia

Klaster Takziah Muncul di Plalangan, Satu Warga Meninggal Dunia

Jogja | Senin, 29 Maret 2021 | 16:32 WIB

Melesat Naik, Angka Kematian karena COVID-19 di Meksiko Tembus 321.000

Melesat Naik, Angka Kematian karena COVID-19 di Meksiko Tembus 321.000

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 16:28 WIB

Kematian Akibat Covid-19 di New York Nyaris Tembus 50.000

Kematian Akibat Covid-19 di New York Nyaris Tembus 50.000

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 16:50 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×