alexametrics

Kematian Akibat Covid-19 di New York Nyaris Tembus 50.000

Bimo Aria Fundrika
Kematian Akibat Covid-19 di New York Nyaris Tembus 50.000
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Total korban itu muncul setahun setelah New York menjadi episentrum pandemi global.

Suara.com - Pandemi Covid-19 hingga kini nampaknya belum akan segera berakhir. Meski sejumlah negara telah memulai program vaksinasi Covid-19, penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini sepertinya belum juga akan berakhir.

Bahkan, sebuah data menunjukkan, hampir 50.000 warga New York telah meninggal karena Covid-19.

Empire State telah mencatat setidaknya 49.928 kematian akibat virus pada Minggu sore, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Dengan rata-rata tujuh hari setiap hari sekitar 76 kematian, negara bagian berada di jalur untuk melampaui tonggak sejarah minggu ini.

Baca Juga: Ada Slot Vaksinasi Covid-19 Lansia Gratis Sampai 31 Maret, Ini Syaratnya!

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Hanya California, yang memiliki hampir dua kali lipat populasi New York, yang memiliki lebih banyak kematian.

Pelacak negara bagian itu sendiri, yang hanya mencakup kematian yang dikonfirmasi tetapi tidak diperkirakan, menyebutkan jumlah korban sedikit di atas 40.000.

Total korban itu muncul setahun setelah New York menjadi episentrum pandemi global.

Sejak virus itu tiba di negara bagian itu, ada lebih dari 1,8 juta kasus yang dikonfirmasi.

Diberitakan sebalumnya, lebih dari satu tahun pasca pertama kali ditemukan di Wuhan, China, kasus Covid-19 kini telah mencapai 127,74 juta infeksi diselurih dunia.

Baca Juga: Dekat dengan Billy Syahputra, Memes Prameswari Sempat Positif Covid-19

Seiring penelitian tentang asal-usul virus Covid-19 masih dicari para peneliti, penularan juga masih terus menyebar di berbagai belahan dunia.

Komentar