Panduan Terbaru CDC Jika Belajar Tatap Muka Dimulai

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 31 Maret 2021 | 08:31 WIB
Panduan Terbaru CDC Jika Belajar Tatap Muka Dimulai
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Pixabay)

Suara.com - Pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri agama, dan menko PMK mentargetkan pembukaan sekolah terbatas pada Juli 2021.

Merespon hal ini Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Univeristas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama, berharap pemerintah menyimak panduan terbaru pembukaan sekolah dari Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat pada 19 Maret 2021 lalu.

"Mereka memperbarui aturan ini berdasar perkembangan bukti ilmiah terbaru tentang kemungkinan berapa jarak penularan yang mungkin terjadi pada berbagai keadaan," terang Prof. Yoga berdasarkan keterangannya kepada suara.com, Selasa (30/3/2021)

Panduan CDC yang baru ini menyebutkan tentang jaga jarak di sekolah, sebagai berikut:

  1. Pada Sekolah Dasar, setidaknya ada jarak 3 kaki atau sekitar 1 meter.
  2. Pada SMP dan SMA, murid harus jaga jarak setidaknya 3 kaki atau sekitar 1 meter, pada area yang mereka sebut sebagai penularan masyarakat rendah, sedang dan cukup.
    Pada area dengan penularan masyarakat yang tinggi maka jarak antar murid sebaiknya 6 kaki atau 1.8288 meter.
  3. Jarak 6 kaki atau 1,8 meter harus tetap dijaga antara orang dewasa (guru dan staf sekolah), antara orang dewasa dan murid di sekolah, kalau masker tidak digunakan (misalnya ketika makan).
    Lalu, pada keadaan dimana orang banyak mengeluarkan napas (seperti bernyanyi, berteriak, olahraga, dan lain-lain) di ruang tertutup dan sebaiknya kalau ada kegiatan seperti ini dilakukan di ruang terbuka saja.

"Juga dianjurkan agar barang-barang tidak penting dikeluarkan dari kelas dan dilakukan modifikasi di kelas untuk menjamin jaga jarak antar murid," terang Prof. Yoga.

"Tentu juga harus dihilangkan atau dikurangi interaksi yang tidak terlalu penting, seperti makan pada saat yang sama dan lain-lain. Tamu yang datang ke sekolah juga harus dibatasi, yang amat perlu saja," lanjutnya.

Tidak hanya itu ada 4 panduan lain yang disampaikan CDC Amerika, seperti:

  1. Perlu diatur jam giliran sekolah supaya tidak terlalu penuh murid di sekolah pada suatu waktu tertentu.
  2. Berbagai aturan rinci lain tentang penggunaan masker dan cuci tangan.
  3. Kebersihan lingkungan, bangku, kelas, dan sekolah.
  4. Prosedur kemungkinan tes dan penelusuran kasus bila diperlukan.

"Karena di Amerika Serikat ada bis sekolah, maka juga dibuat aturan di dalam bis, seperti jarak antar kursi yang boleh diduduki, penggunaan masker, jendela bis dibuka," pungkas Prof. Yoga.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Tatap Muka, Pemkot Balikpapan Genjot Program Vaksinasi untuk Guru

Sekolah Tatap Muka, Pemkot Balikpapan Genjot Program Vaksinasi untuk Guru

Kaltim | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:38 WIB

Simulasi Sekolah Tatap Muka Sistem Hybrid di Jakarta

Simulasi Sekolah Tatap Muka Sistem Hybrid di Jakarta

Foto | Selasa, 30 Maret 2021 | 16:56 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dukung Sekolah Tatap Muka Terbatas Dimulai Juli

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dukung Sekolah Tatap Muka Terbatas Dimulai Juli

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 15:44 WIB

Terkini

AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam

AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:36 WIB

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:33 WIB

Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid

Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:32 WIB

Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat

Digitalisasi Pelabuhan Pangkas Proses Bisnis, Layanan Kapal Makin Cepat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!

Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna

Ulasan Novel Semesta Thalita, Ketika Kata Pulang Tak Lagi Bermakna

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:30 WIB

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO

Malang | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:22 WIB

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB

×