Ilmuwan Pembuat Vaksin AstraZeneca Mulai Bikin Vaksin Super Gonore

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 21:27 WIB
Ilmuwan Pembuat Vaksin AstraZeneca Mulai Bikin Vaksin Super Gonore
Ilustrasi infeksi bakteri penyebab gonore. [Shutterstock]

Suara.com - Ilmuwan dari Universitas Oxford yang bekerja sama dengan AstraZeneca dalam pembuatan vaksin Covid-19 sedang berusaha mengembangkan produk yang sama, yakni vaksin untuk mengobati gonore.

Untuk mengembangkan vaksin penyakit menular seksual tersebut, program pendanaan antibakteri global CARB-X memberi Oxford Jenner Institute 2 juta USD (lebih dari Rp29 miliar).

Pengembangan vaksin ini muncul setelah adanya kekhawatiran infeksi bakteri tersebut tidak dapat diobati dengan antibiotik.

Pakar kesehatan, dilansir Insider, mengatakan peningkatan penggunaan antibiotik sebagai obat resep selama bertahun-tahun telah menyebabkan bakteri gonore Neisseria gonorrhoeae bermutasi dan kebal terhadap pengobatan umum.

Antibiotik juga digunakan untuk pasien Covid-19 yang mengalami infeksi dada dan pneumonia.

Ilustrasi gonore (Shutterstock)
Ilustrasi gonore (Shutterstock)

Jadi, ketergantungan penggunaan ini akhirnya menyebabkan versi mutasi dari gonore sulit dilawan, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai 'super gonore'.

Hal ini dapat mempersulit penderita gonore untuk mendapatkan pengobatan efektif, meski kasus infeksinya atau penularannya dari orang ke orang tidak menjadi lebih parah.

Pada 2007, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah merekomendasikan kombinasi dua antibiotik ceftriaxone dan azithromycin karena obat terdahulu ciprofloxacin telah membuat bakteri gonore resisten.

Kemudian, pada 2018, para ahli menemukan IMS telah menjadi kebal terhadap azithromycin dan menyarankan dokter untuk menggunakan antibiotik lain, yakni ceftriaxone.

Ilmuwan Oxford yang memimpin biaya untuk vaksin super gonore berharap dapat mencapai fase uji klinis pada 2024 mendatang.

Saat ini, mereka sedang menguji kandidat vaksin yang bekerja dengan menyuntikkan kantung berisi cairan tidak terlihat ke dalam tubuh.

Kantung tersebut memiliki sejumlah kecil gonococcus yang dimaksudkan untuk melatih tubuh seseorang mengenali infeksi dan melawannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Pandemi Virus Corona, Inggris Terancam Hadapi Wabah Gonore

Usai Pandemi Virus Corona, Inggris Terancam Hadapi Wabah Gonore

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 16:14 WIB

Pandemi Covid-19, WHO Takut Super Gonore Makin Resisten Terhadap Antibiotik

Pandemi Covid-19, WHO Takut Super Gonore Makin Resisten Terhadap Antibiotik

Health | Selasa, 22 Desember 2020 | 15:04 WIB

Betulkah Bakteri Penyebab Gonore Tak Tahan Suhu Panas?

Betulkah Bakteri Penyebab Gonore Tak Tahan Suhu Panas?

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:33 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB